hut

Pesisir Selatan Miliki Sentra Pertanian Bawang Merah

Editor: Koko Triarko

PESISIR SELATAN – Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, akhirnya memiliki kawasan yang dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian bawang merah. Meski daerah tersebut tidak memiliki suhu udara yang sejuk, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan dan Perkebunan setempat, menilai daerah Pesisir Selatan memiliki potensi pengembangan bawang yang cukup bagus.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan dan Perkebunan, Pesisir Selatan, Nuzirwan, mengatakan, saat ini ada satu kawasan yang telah melakukan budi daya bawang merah, yakni di Nagari Kubang, Kecamatan Bayang. Di sana, diklaim cukup berhasil melakukan pertanian bawang merah dataran rendah.

“Kita juga bakal mempersiapkan Kubang sebagai penangkar bibit bawang untuk memenuhi kebutuhan bibit bawang di Pesisir Selatan. Selanjutnya akan kita upayakan terus ke daerah lainnya yang dinilai cocok untuk tanaman bawang merah,” katanya, Senin (30/9/2019).

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan dan Perkebunan, Pesisir Selatan, Nuzirwan/Foto: Ist

Ia menyebutkan, jenis bawang di dataran rendah telah mulai dikembangkan sejak lima tahun terakhir. Hingga sekarang, dari beberpa kali penanaman yang dilakukan, hasil yang dicapai cukup memuaskan.

“Pengalaman pada beberapa tempat, misalnya di Kecamatan Sutera, di sana produksi bawang merah tidak kalah dengan daerah lain. Hanya saja, memang petani memerlukan peningkatan kapasitasnya agar produksi tetap bisa bertahan, misalnya penyiapan lahan, perawatan hingga penanganan pada masa pascapanen,” ujarnya.

Ia meyakini, bahwa Pesisir Selatan memiliki prospek bawang merah yang sangat menjanjikan. Hal ini juga seiring dengan kebutuhan setiap pasar di daerah Pesisir Selatan, yang jumlahnya sekitar empat ton setiap pekan, sementara Pesisir Selatan memiliki pasar hampir 50 unit.

“Jadi, pasar sangat terbuka lebar, dan harga bawang merah di pasaran relatif stabil, meskipun terkadang turun, tapi tidak terlau berada di angka yang anjlok, sepertinya tomat yang terbilang harga jual sangat buruk,” sebutnya.

Dikatakannya, saat ini terdapat sekitar 30 hektare lahan bawang merah di dataran rendah. Semuanya segera menuntaskan penanaman. Petani bawang merah ini sebelumnya juga mendapat batuan benih dan biaya pengolahan dari pemerintah.

Menurutnya, kini Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan dan Perkebunan terus melakukan monitoring dan pembinaan kepada kelompok tani dan para petani, seperti monitoring petani pelaksana budi daya bawang merah.

Monitoring dilakukan dalam rangka perkembangan kegiatan, bagaimana para petani melakukan pengembangan bawang merah di daerahnya.

“Kita akan lakukan pembinaan dan pendampingan bagi para petani, bukan saja petani bawang merah,” katanya, lagi.

Nuzirwan menyatakan, untuk mewujudkan pencapaian swasembada pangan di Kabupaten Pesisir Selatan, ia akan terus melaksanakan program-program yang telah diarahkan oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, termasuk dengan mengoptimalkan para tenaga penyuluh yang ada di kecamatan-kecamatan.

“Para tenaga penyuluh adalah garda terdepan dalam melakukan monitoring, selain dibantu oleh pihak dinas. Kita minta para kelompok tani ikut bersama-sama mendukung program, agar visi dan misi bersama untuk pertanian ini bisa terwujud,” tegasnya.

Pada 2019, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan dan Perkebunan, Pesisir Selatan, memfokuskan kepada sektor pertanian, perkebunan dan kemandirian para petani dan kelompok tani. Pertanian bawang merah adalah hal baru yang terus dikembangkan di berbagai daerah di Pesisir Selatan.

Setidaknya, hadirnya pertanian bawang merah dapat memberikan alternatif bagi petani, selain menggarap sawah dan perkebunan gambir, yang sudah terkenal di daerah ujung Sumatra Barat tersebut.

Sementara itu petugas Penyuluh Lapangan di Kecamatan Bayang, Dyna, mengatakan, pekan lalu ada peninjauan atau survei balitsa terhadap bawang di kelompok tersebut. Tim survei mengapresiasi hasil tanam Kelompok Tani Pintu Rayo Rayo yang merupakan kelompok yang dinilai cukup berhasil melakukan panen perdananya.

Lihat juga...