hut

Pesisir Senggarang-Tanjungpinang Krisis Air Bersih

TANJUNGPINANG – Warga pesisir di Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengalami krisis air bersih sejak Agustus 2019.

“Sejak bulan lalu (Agustus 2019) kami harus membeli air atau menerima bantuan air bersih dari berbagai pihak,” kata Yulianto, salah seorang warga di Senggarang, Tanjungpinang, Sabtu (14/9/2019).

Hari ini, warga menerima bantuan air dari Asman, salah seorang anggota DPRD Tanjungpinang. Ratusan keluarga dari dua RT mendapatkan bantuan tersebut.

“Setiap tiga hari sekali, Pak Asman menyiapkan air bersih untuk warga,” katanya.

Nunung, salah seorang warga setempat, mengatakan, dalam sehari keluarganya membutuhkan air sebanyak 12 jeriken. Air itu digunakan untuk sebagai air minum, cuci pakaian, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Kalau tidak ada bantuan, kami membeli air, 1000 liter Rp60.000,” tuturnya, sambil mengangkat jeriken yang berisi air.

Sementara Harnani, warga lainnya di Kelurahan Senggarang, mengatakan, sumber air bersih warga selama ini disalurkan dari atas bukit. Air itu bersumber dari sumur, yang dimasukkan ke dalam drum berukuran besar sebelum disalurkan ke rumah warga.

“Namun sejak dua bulan terakhir sudah tidak ada air bersih,” katanya. (Ant)

Lihat juga...