hut

Pessel Rancang 77 Sekolah Menjadi Contoh Sekolah Ramah Anak

Editor: Mahadeva

PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, merancang 77 sekolah di daerah tersebut menjadi percontohan sekolah ramah anak.

Untuk menjalankan rencana itu, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan pihak terkait di Pesisir Selatan (Pessel) lainnya, mulai melakukan pembinaan terhadap sekolah yang ditunjuk.

Bupati Pessel, Hendrajoni, mengatakan, sekolah ramah anak adalah hal penting. Sekolah ramah anak adalah, sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak. Hal dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab. Prinsip utama dari sekolah ramah anak adalah, non diskriminasi kepentingan, hak hidup, serta penghargaan terhadap anak. Hal itu telah diatur dalam pasal 4 UU No.23/2002, tentang perlindungan anak.

Disebutkan dalam peraturan tersebut, anak mempunyai hak untuk dapat hidup tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar, sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Sekolah ramah anak adalah sekolah yang terbuka, dan melibatkan anak untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan, kehidupan sosial, serta mendorong tumbuh kembang dan kesejahteraan anak. Bagi saya, sejatinya seluruh sekolah itu menerapkan sekolah ramah anak, karena di sanalah berawal pendidikan karakter dilakukan,” ujar Hendrajoni, Kamis (12/09/2019).

Keberadaan sekolah atau madrasah yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman bagi perkembangan fisik, akan mendorong terbentuknya kognisi dan psikososial anak. Termasuk untuk mereka yang memerlukan pendidikan khusus atau layanan khusus.

Begitu juga untuk lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang disebutnya sebagai lembaga pendidikan yang menjadi titik sentral strategi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Pendidikan ramah anak di PAUD menjadi hal utama yang harus dilakukan.

“Pendidikan usia dini menentukan sejarah perkembangan anak selanjutnya. Membentuk fondasi dasar kepribadian. Anak yang mendapatkan pendidikan sejak dini, dapat meningkatkan kesehatan, kesejahteraan fisik, dan mental. Dampaknya akan terlihat pada prestasi belajarnya kelak,” tandasnya.

Menurutnya, dalam perkembangan otak manusia, tahap perkembangan anak usia dini menempati posisi paling penting. Anak usia prasekolah mulai mengembangkan kemampuan bicara dan mengenal bahasa. Dan perkembangan bahasa berkaitan dengan perkembangan kemampuan membaca.

PAUD merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada pertumbuhan dan enam perkembangan yaitu, agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni. Perkembangannya, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak. \

“Jadi tujuan utama untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Sehingga memiliki kesiapan yang optimal memasuki pendidikan dasar, serta mengarungi kehidupan saat dewasa,” sebutnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pessel, Zulfian Aprianto, mengatakan, untuk mewujudkan sekolah ramah anak, perlu didukung oleh berbagai pihak seperti keluarga dan masyarakat. Mereka adalah, pusat pendidikan terdekat anak. Lingkungan yang mendukung, melindungi memberi rasa aman dan nyaman, akan membantu proses pencarian jati diri.

Anak memiliki kecenderungan meniru, mencoba dan mencari pengakuan akan eksistensinya, pada lingkungan tempat mereka tinggal.

Lihat juga...