hut

Polres Lampung Selatan Kembali Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Polres Lampung Selatan menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster senilai Rp7,6 Miliar.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Muhamad Syarhan, menyebut, benih lobster tersebut rencananya akan dikirim dari Pelabuhan Ratu, Jawa Barat dengan tujuan Jambi. Berdasarkan pemeriksaan petugas, benih lobster tersebut diamankan dari kendaraan pribadi bernomor polisi D 1636 PK. Pelaku berinisial DH, asal Lebak, Banten. Kepada petugas, Dia mengaku diupah oleh seseorang berinisial IBH Rp1,5juta untuk melakukan perbuatan tersebut.

DH sudah melakukan pengiriman benih lobster lima kali sejak Juni silam. Setelah dilakukan pendataan, di dalam kendaraan ditemukan 11 bok styrofoam berisi 256 kantong plastik. Berdasarkan penghitungan, benih lobster yang akan dikirimkan berjumlah 51.020 ekor. Modus penyelundupan menggunakan mobil pribadi, untuk mengelabui petugas saat menyeberang dari Pelabuhan Merak, Banten menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Baby lobster yang akan diselundupkan asal Pelabuhan Ratu Jawa Barat ke Jambi – Foto Henk Widi

“Sesuai dengan kasus yang sama, penyelundupan benih lobster dilakukan estafet dari Banten lalu dikirim ke Jambi dan rencanananya akan diselundupkan ke Vietnam untuk dibesarkan,” ungkap, AKBP Muhamad Syarhan, Jumat (20/9/2019).

Akibat perbuatannya, tersangka terancam pasal 88 Jo Pasal 16 Undang Undang No.45/2009, tentang perubahan atas UU No.31/2004, tentang Perikanan. Di pasal 16 ayat (1) disebutkan, setiap orang dilarang memasukkan, mengeluarkan, mengadakan atau memelihara ikan yang merugikan masyarakat dan atau lingkungan sumberdaya ikan ke dalam dan atau keluar wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda Rp1,5 Miliar. Pelaku penyelundupan saat ini menjalani pemeriksaan di Mapolres Lampung Selatan. Nilai jual benih lobster yang menggiurkan, menjadi alasan pengiriman tanpa dokumen dilakukan. Sebab saat ini harga benih lobster jenis pasir di pasaran dijual Rp150.000 per-ekor. “Barang bukti kami serahkan ke karantina ikan agar segera dilepasliarkan ke habitat alaminya agar lobster bisa berkembang,” ungkap kapolres.

Catur S Udiyanto, Koordinator Lapangan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Hasil Laut Lampung, menyebut, benih lobster akan segera dilepasliarkan. Benih lobster yang dikirim tersebut sebagian harus diberi tambahan oksigen. Ribuan benih lobster jenis pasir tersebut akan dilepasliarkan di perairan pulau Tegal Mas. Pelepasan benih lobster di perairan tersebut dilakukan karena habitat yang cocok bagi lobster pasir.

Lihat juga...