hut

Pontianak Internasional Dragon Boat 2019 Diikuti Atlet Lima Negara

Penyelenggaraan Pontianak International Dragon Boat (PIDB) 2019 diikuti oleh lima negara, yakni dari Malaysia mengirim sebanyak 24 atlet, Filipina 22 atlet, Brunai Darussalam 22 atlet, Australia sebanyak 55 atlet, dan China sebanyak 15 atlet - Foto Ant

PONTIANAK – Agenda Pontianak International Dragon Boat (PIDB) 2019, diikuti perwakilan dari lima Negara. Ratusan atlet asing tersebut berasal dari Malaysia, Filipina, Brunai Darussalam, Australia, dan Cina.

Sementara, untuk Indonesia, akan diwakili  15 atlet sebagai tuan rumah. “Perlombaan PIDB 2019 yang baru pertama kali digelar di Kota Pontianak ini diikuti oleh lima Negara. Dibagi dalam dua kategori, kelompok lokal dan kelompok internasional. Untuk peserta lokal diikuti oleh enam kabupaten dan kota dengan 228 atlet,” jelas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, Syarif Saleh, Jumat (20/9/2019).

Perwakilan lokal berasal dari Kabupaten Sambas, Bengkayang, Mempawah, Landak, Kubu Raya, dan Kota Pontianak sebagai tuan rumah. Di PIDB 2019, Malaysia mengirimkan 24 atlet, Filipina 22 atlet, Brunai Darussalam 22 atlet, Australia 55 atlet, dan Cina 15 atlet. Indonesia sebagai tuan rumah, menurunkan tim gabungan dari Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

“Selanjutnya untuk kategori internasional diikuti oleh lima negara dengan 138 atlet, yakni terdiri dari Malaysia sebanyak 24 atlet, Filipina 22 atlet, Brunai Darussalam 22 atlet, Australia 55 atlet, dan Cina sebanyak 15 atlet,” katanya.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengajak seluruh masyarakat Kalbar untuk meramaikan, menggelar dan menyelenggarakan even-even besar. Hal itu, untuk menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Kota Pontianak. “Even-even besar harus lebih ditingkatkan lagi, kemarin Presiden Joko Widodo mengatakan jalan sudah bagus, kebersihannya sudah lumayan baik, nah itulah dasar untuk menarik wisatawan datang ke Kota Pontianak,” kata Sutarmidji di sela membuka Pontianak International Dragon Boat (PIDB) 2019.

Menurutnya, segala bentuk kelebihan dan keunikan yang dimiliki Kota Pontianak harus disosialisaikan, agar menjadi sumber pendapatan daerah melalui wisata. Salah satu even yang bisa disosialisasikan adalah, peristiwa Kulminasi Matahari, yang terjadi dua kali setahun setiap 21-23 Maret dan 21-23 September. “Sayang kalau keberadaan letak strategis itu tidak dimanfaatkan maksimal, dan fenomena alamnya yang sangat menarik itu bisa dijadikan sumber pendapatan daerah melalui wisata, karena letak garis Khatulistiwa itu tidak banyak negara yang punya,” tandasnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan, pihaknya terus berupaya menjadikan Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia, menjadi area sport tourism.  Sehingga bisa menjadi salah satu pembangkit ekonomi pariwisata di Kota Pontianak. PIDB 2019, digelar dan dirangkaikan dengan Titik Kulminasi di bulan September dan Hari Jadi ke-248 Kota Pontianak yang jatuh setiap 23 Oktober. (Ant)

Lihat juga...