hut

Potensi Wisata Gua di Banyumas Belum Tergarap

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Wisata gua ternyata bertebaran di Kabupaten Banyumas, khususnya bagian barat di Kecamatan Ajibarang dan Gumelar. Hanya saja, wisata gua tersebut belum tergarap maksimal dan masih alami, sehingga jalan menuju lokasi  juga masih sulit.

Salah satu penggemar wisata gua, Deli mengatakan, ada sekitar tujuh wisata gua di kawasan Ajibarang. Dan, ia baru mengunjungi dua lokasi, yaitu Gua Lawang dan Gua Damar yang terletak di Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang.

“Gua Lawang dan Gua Damar dapat dicapai dengan mengendarai sepeda, guanya sangat bagus dan sangat layak menjadi pilihan destinasi wisata di Banyumas, tetapi masih diperlukan pengembangan akses jalan,” tuturnya, Minggu (15/9/2019).

Menurut Deli, gua-gua tersebut dikeliling banyak pepohonan, sehingga sepanjang mata memandang tampak hijau pepohonan. Selain itu, juga terdapat banyak bukit kapur yang berderet mengeliling gua.

Pengunjung Gua Lawang, Deli. –Foto: Hermiana E. Effendi

Beberapa gua yang terdapat di Kecamatan Ajibarang, yaitu Gua Sumur, Gua Damar, Gua Lawang, Gua Kemit, Gua Mol, Gua Barat, Gua Kromong dan Gua Lawa.Dari sejumlah goa tersebut, yang memiliki ukuran paling besar adalah Gua Lawa atau yang biasa disebut Gua Gede.

Lokasi gua tersebut terpencar dan yang paling banyak berada di sebuah bukit di Dusun Karangpucung, Desa Darmakeradenan. Yaitu Gua Kemit, Gua Sumur dan Gua Lawa. Jarak antara gua yang terdekat, yaitu Gua Kemit dengan Goa Lawa  dan yang terjauh, yaitu Gua Kromong yang berjarak sekitar 4 kilometer dari jalan raya. Gua Lawang sendiri berjarak 1 kilometer dari jalan raya.

Pintu masuk sekaligus pintu keluar utama kawasan gua di Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang ini berada di Dusun Karangbawang. Letaknya sangat stategis, karena tepat berada pada persimpangan jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Ajibarang dan Kecamatan Wangon.

“Masing-masing gua memiliki ciri khas sendiri. Gua Sumur, misalnya, di dalamnya terdapat lubang berukuran besar menyerupai sumur. Untuk Gua Lawa, banyak terdapat hewan kelelawar, namun semua masih alami dan udara di sekitarnya sangat sejuk,” kata Deli.

Sementara itu, Kepala Desa Darmakradenan, Imam WS, membenarnya jika pengelolaan wisata gua di wilayahnya belum berjalan maksimal. Saat ini, pihak desa sudah mulai menggarap wisata gua dengan menggandeng Kelompok Tani Hutan. Beberapa anggaran untuk perbaikan wisata gua juga sudah mulai dimasukan dalam RPJM Desa 2020.

“Potensi wisata gua di sini sangat banyak dan bagus, sehingga desa memang perlu turun tangan untuk menggarap potensi tersebut. Kita sudah mulai mengganggarkan untuk perbaikan jalan dan sarana wisata gua lainnya melalui RPJM Desa tahun depan, nanti sedikit demi sedikit akan kita benahi,” pungkasnya.

Lihat juga...