hut

Produksi Tinggi, Pisang Kepok Asal Kaltim Diekspor

Editor: Mahadeva

Abdul Rahman, Kepala Karantina Pertanian Balikpapan menunjukan komoditas pisang kepok, Selasa (17/9/2019) - Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Upaya memasarkan buah lokal asal Kalimantan Timur khususnya komoditas pisang kapok, terus dilakukan pemerintah. Hal itu  mempertimbangkan tingginya produksi yang dihasilkan setiap tahun.

Produksi pisang kepok Kaltim sebanyak 97.361 ton di 2018. 60 persennya berasal dari Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur. “Kalimantan juga punya banyak buah yang dapat bersaing di kancah internasional, salah satunya pisang kepok,” ungkap Abdul Rahman, Kepala Karantina Pertanian Balikpapan, pada acara diskusi dengan investor asal Malaysia, terkait potensi ekspor pisang kepok asal Kaltim, Selasa (17/9/2019).

Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian, terus melakukan akselerasi ekspor, dan meningkatkan daya saing komoditas pertanian di pasar internasional. Melalui program agro gemilang, Balai Karantina bersama instansi terkait, khususnya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim serta eksportir, diharapkan dapat melakukan peningkatan kualitas dan kuantitas pisang kapok.

Hal itu dibutuhkan, agar dapat diekspor secara langsung melalui Balikpapan atau Samarinda. “Sebagai otoritas karantina, kami menjamin kesehatan dan keamanan buah pisang yang diekspor melalui sertifikat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC) sesuai dengan persyaratan negara tujuan,” tandasnya.

Andi, Perwakilan Petani Pisang Kepok Kabupaten Kutai Timur, tiga tahun lalu tingginya hasil produksi belum dapat diimbangi dengan pemasaran yang memadai. “Karena over produksi, tiga tahun lalu kami sempat mengalami kesulitan memasarkan ,” ulas Andi.

Peluang ekspor pisang kepok ke Malaysia masih sangat terbuka lebar, karena volume pasokan di Malaysia masih jauh dari kebutuhan pasar. “Kami menjajaki Kaltim dengan harapan dapat memenuhi permintaan pasar pisang kepok di negeri Jiran, saya yakin dengan kualitas pisang asal Kaltim yang sangat baik ini akan laris manis di sana” jelas Mohammad Amin bin Amri, Direktur Seteguhbiz Empire Group, SDN BHD, Malaysia.

Menurutnya, di tahap awal dibuka permintaan sebesar 150 sampai 200 ton pisang kepok per-minggu. “Kami akan membeli per-kilogram bukan per-sisir. Selanjutnya, kami harap dapat bekerja sama untuk membuat rumah produksi berbagai olahan pisang di Kaltim,” imbuhnya.

Uni Gamayati, dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim mengatakan, beberapa petani di daerah sudah menyatakan siap untuk memasok produksi.

Lihat juga...