hut

Puluhan Warga Pulau Rimau Balak Dapat Bantuan Listrik Tenaga Surya

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Warga Desa Sumur, Kecamatan Ketapang di Pulau Rimau Balak, menerima bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Bantuan tersebut sudah tunggu sekian lama oleh warga setempat.

Kepala Dusun Gusung Berak, Suhendra, menyebut, usulan bantuan PLTS tersebut disampaikan sekitar 87 Kepala Keluarga (KK) di daerah tersebut, karena masih belum menikmati listrik. Sebagian masyarakat menurut Suhendra, secara mandiri membeli instalasi PLTS untuk kebutuhan listrik. Panel tenaga surya atau solar cell dibeli mulai dari Rp750.000 hingga Rp1 juta. Selain panel tenaga surya warga juga harus menyiapkan baterai inverter.

PLTS yang dipasang di atap rumah dilengkapi inverter, sehingga bisa digunakan untuk menyalakan barang eletronik dan penerangan. Selama ini, warga masih memanfaatkan listrik tenaga diesel dengan genset. Namun, bahan bakar solar yang harus diperoleh dari daratan Sumatera, membuat masih sedikit warga yang memanfaatkannya. Melalui pemerintah Desa Suhendra, warga mengajukan bantuan sejak 2016 silam.

“Kesulitan yang dihadapi masyarakat sebagai wilayah kepulauan adalah fasilitas listrik tidak ada. Hanya mengandalkan listrik tenaga surya, tapi hanya yang mampu membelinya saja bisa menggunakan fasilitas tersebut, karena harganya mahal,” ungkap Suhendar kepada Cendana News, Rabu (11/9/2019).

Meski listrik yang diproduksi memiliki daya yang kecil, namun sangat membantu warga. Listrik tenaga surya dengan produksi yang minim tersebut, hanya digunakan untuk penerangan saat malam hari. Melalui sistem inverter warga memilih membeli baterai cadangan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk alat elektronik.

I Nyoman Prima Wijaya,Kepala Desa Sumur Kecamatan Ketapang Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Bantuan dari pemerintah pusat menurut Suhendra meringankan beban masyarakat. “Selama ini nelayan hanya warga berpenghasilan minim, sehingga ada yang tidak bisa membeli solar cell,” tutur Suhendra.

Bantuan dari Kementerian ESDM bagi warga pulau Rimau Balak, total berjumlah 95 unit PLTS. Sesuai dengan pengajuan awal sebanyak 95 unit. 87 unit dipergunakan bagi masyarakat, dan delapan unit digunakan untuk fasilitas umum (Fasum). Fasum yang mendapat bantuan listrik tenaga surya meliputi sekolah, musala, puskesmas pembantu dan fasilitas dusun.

Bantuan tersebut juga mendapat respon positif dari I Nyoman Prima Wijaya, Kepala Desa Sumur. Ia menyebut, warga yang ada di Pulau Rimau Balak sangat membutuhkan bantuan tenaga listrik. “Bantuan listrik tenaga surya saya harapkan dijaga oleh masyarakat dengan baik, dan bisa dipergunakan untuk kemajuan warga pulau,” tutur I Nyoman Prima Wijaya.

Dengan listrik tenaga surya, anak-anak bisa belajar di malam hari. Selain bantuan listrik tenaga surya, warga juga berharap ada bantuan sumur bor untuk air bersih.

Yuyun Maya S, ,Kabid Penetapan BP2RD Lampung Selatan menyebut, PLTS merupakan pengajuan sejak 2018. Realisasi bantuan pada 2019 bisa digunakan warga dengan memasang empat lampu. Pemasangan instalasi dilakukan oleh tekhnisi khusus, agar bisa secepatnya dipergunakan.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!