hut

Rail Library Ajak Anak Gemar Membaca

Editor: Mahadeva

TEGAL – Puluhan anak terlihat memadati Stasiun Prupuk, Kabupaten Tegal, Kamis (12/9/2019). Mereka datang membawa buku dan alat tulis, dan dengan antusias memasuki salah satu gerbong kereta api (KA) yang bertuliskan Rail Library.

Salah satu siswa, Rahmat, mengatakan, Dia ingin sekali membuka internet dan melihat perpustakaan digital. Selama ini, akses internet ditempatnya masih sangat terbatas. “Ingin buka perpustakaan digital, kan gratis dan internetnya cepat sekali,” tutur Rahmat, Kamis (12/9/2019).

Rail Library yang terparkir di Stasiun Prupuk, merupakan satu rangkaian dengan Rail Clinic. Dua gerbong pertama digunakan untuk rail library dan dua gerbong berikutnya untuk rail clinic. Untuk perpustakaan, hanya satu gerbong yang dimanfaatkan untuk menyimpan koleksi buku-buku.

Ada dua lemari berukuran besar, yang berhadapan dan dipenuhi buku. Selebihnya ada beberapa komputer yang siap melayani para siswa. Sementara satu gerbong lainnya, dipergunakan untuk tempat membaca atau memutar film pengetahuan. Terdapat banyak kursi di tempat tersebut, pengunjung bisa memanfaatkan ruangan tersebut untuk membaca buku.

Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto, mengatakan, rail library disiapkan untuk mengajak anak-anak gemar membaca. Dalam persinggahan di Stasiun Prupuk, pihaknya mengundang beberapa siswa dari tiga sekolah, yaitu dari SD Negeri 1 Prupuk Utara, SD Negeri 2 Prupuk Utara dan SD Negeri 2 Kaligayam, yang sekolahnya terletak di dekat stasiun.

“Kemarin sewaktu singgah di Stasiun Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, rail library juga dipadati anak-anak dan sekarang di Stasiun Prupuk antusiasme anak-anak untuk membaca juga sangat bagus. Tujuan dari rail library ini, memang mengajak anak untuk gemar membaca dan mengenalkan mereka dengan perpustakaan digital,” jelas Supriyanto.

Selain menyediakan buku serta perpustakaan digital, Daop 5 Purwokerto juga menyediakan tiga petugas perpustakaan yang siap memandu anak-anak untuk mencari buku yang diinginkannya. “Kita juga memberikan bantuan kaca mata baca untuk beberapa anak yang sebelumnya sudah kita periksa kondisi matanya. Kaca mata untuk menunjang kegiatan membaca bagi mereka yang sudah mengalami gangguan penglihatan,” terangnya.

Mengingat terbatasnya daya tampung perpustakaan, anak-anak masuk secara bergiliran. Setelah mendapatkan buku, mereka dipersilahkan untuk membaca di ruang baca. Suasana ruangan yang nyaman dan dingin, membuat mereka betah berlama-lama membaca di dalam gerbong KA.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!