Ratusan Hektare Lahan Pertanian di NTB Terdampak Kekeringan

Editor: Makmun Hidayat

MATARAM — Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Husnul Fauzi mengatakan, tercatat sampai bulan September 2019, ratusan lahan pertanian mengalami kekeringan, akibat kemarau yang melanda hampir seluruh wilayah NTB.

“Data Dinas Pertanian, sampai September, luasan lahan pertanian terdampak kekeringan di seluruh wilayah NTB mencapai 358 hektare,” kata Fauzi di Mataram, Jum’at (6/9/2019).

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Husnul Fauzi. -Foto: Turmuzi

Akibat kekeringan tersebut, tanaman pertanian milik petani juga mengalami fuso dan gagal panen, yang sebagian besar melanda wilayah Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Sementara untuk wilayah lain, sampai sejauh ini kondisi lahan pertanian masyarakat masih aman. Karena itulah, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, bahwa fuso memberikan kontribusi penurunan produksi di atas tujuh persen.

“Terkait dengan musim sendiri, terbagi menjadi tiga, antara lain musim penghujan bulan Oktober. Musim kekeringan, maka terjadi kekeringan di tempat-tempat tertentu yang berakibat apakah tanaman pertanian akan mengalami fuso atau kekeringannya berdampak kepada berat sedang atau ringan” katanya.

Ditambahkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, musim hujan akan mundur sampai dengan Oktober bahkan hingga bulan November.

Kepala Berdasarkan data Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Ahsanul Khalik sebelumnya mengatakan, kekeringan yang melanda seluruh wilayah NTB semakin meluas, akibat musim kemarau berkepanjangan.

Dimana jumlah desa yang terdampak kekeringan sekarang ini mencapai 302 desa, yang tersebar di seluruh kabupaten kota NTB, lebih besar dibandingkan tahun 2018, dimana jumlah desa terdampak hanya 298 desa.

Lihat juga...