hut

Ribuan Anak di Jakarta Ikuti ‘Lebaran Yatim’

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, menggelar acara lebaran anak yatim di Taman Impian Jaya Ancol, Sabtu (14/9). Sebanyak 5.200 anak yatim ikut dalam acara yang diadakan sebagai bentuk kepedulian pemerintah DKI kepada anak yatim tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuturkan program lebaran anak yatim dan berbagi piring patut mendapat apreasiasi tinggi, karena merupakan sebuah terobosan baru dalam hal memberikan santunan kepada para anak yatim dan duafa.

“Ketika kita bicara tentang menyantuni anak yatim ini, adalah salah satu peran yang berlangsung ribuan tahun. Konsekuensinya, kita sering melakukan ini dengan cara yang sama dan biasa kita kerjakan. Hari ini kita masuki babak baru, sebuah terobosan di mana kita menyantuni anak yatim dengan cara baru. Inilah tanda kemajuan dan inilah tanda kita mengatasi perubahan dengan cara berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Anies, di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (14/9/2019).

Anies mengingatkan pentingnya sedekah untuk memastikan anak yatim dapat merasakan kehidupan yang baik. Dia memastikan pemerintah memperhatikan kehidupan anak yatim dan ingin kehidupan mereka berjalan baik.

“Masyarakat peduli, pemerintah peduli pada anak yatim, juga mengingatkan bagi kita semua, ingat ya di antara kita semua banyak anak yatim. Mumpung sekarang masih bulan Muharam, mari kita sama-sama santuni anak yatim. Pastikan kehidupan mereka berjalan baik,” ujarnya.

Kemudian, dia mengajak masyarakat untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yatim di Jakarta.

“Jadi hari ini adalah lebaran anak yatim, memberikan kesempatan bagi mereka untuk merasakan sebuah hari yang mudahan-mudahan berkesan. Dengan ada makan bersama, liburan bersama, dan kita berharap ini menggerakkan juga kepada seluruh komponen masyarakat yang lain,” paparnya.

Bagi yang hendak membantu, Anies menyarankan bisa bantu lewat aplikasi ‘Bagi Piring’ yang diluncurkan hari ini. Menurut Anies, aplikasi ini akan sangat membantu mereka yang ingin bersedekah karena jauh lebih efisien, serta memiliki cakupan yang luas.

“Aplikasi ini memungkinkan untuk berbagai pihak memberikan makanan siap saji. Sebuah kemitraan penyedia makanan, restoran, warung semua bisa terlibat, Baznas, Bazis menjadi penyedia platform ini, ada terobosan baru yang dilakukan. Dengan pendekatan digital ini adalah tanda kemajuan, tanda kita mengantisipasi kemajuan,” kata Anies.

Anies pun menyebut, santunan itu akan diberikan kepada seluruh anak yatim tanpa membeda-bedakan suku atau pun agama dari penerima.

“Insyaallah ini berkah, warungnya makin maju, nanti akan kita berikan ini untuk seluruh anak yatim, ya (dari berbagai agama). Kita pun harap restorannya makin maju, memberikan ke anak yatim bukan hanya pahalanya berlipat, tapi juga dibukakan pintu rezeki lainnya,” katanya.

Selain di Ancol, ribuan anak yatim lainnya juga ada yang diajak berekreasi di tempat wisata Ragunan Jakarta Selatan. Anies mengatakan, hal ini dilakukan untuk menunjukkan, pemerintah hadir dan peduli terhadap anak yatim.

“Hari ini di Ancol berkumpul 1.000 anak yatim, total 5.000 ada di tempat lain, ada juga di Ragunan. Kita ingin yatim rasakan pemerintah peduli,” ujar Anies.

Sementara, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Teuku Sahir Syahali, menuturkan, anak-anak yatim tersebut dibagi ke dua wahana yang ada di Dufan dan Ocean Dream Samudra, masing-masing kurang lebih 500 anak.

“Kami dari Ancol memfasilitasi tempat acara di Pantai Lagoon Ancol, Dufan, Ocean Dream Samudra dan makan siang di Rumah Kayu,” tutur Teuku.

Dia berharap, wisata gratis ini akan menjadi pengalaman yang berharga anak-anak. Fasilitas ini merupakan bentuk kepedulian Ancol terhadap anak-anak yatim dan masyarakat untuk menikmati wisata gratis ini.

“Semoga anak-anak hari ini senang dan membawa cerita tersendiri,” tukasnya.

Sedangkan salah satu anak yatim Daniel (13), anak yatim dari salah satu yayasan yatim piatu di Cengkareng, Jakarta Barat mengaku senang bisa makan bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, serta diajak rekreasi ke Dunia Fantasi (Dufan), Ancol, Jakarta Utara secara gratis.

“Senang bisa makan bareng gubernur dan piknik ke Dufan. Saya ingin sekali naik wahana Kora-Kora dan hari ini baru kesampaian,” kata Daniel.

Dia berharap, acara ini rutin digelar setiap setahun sekali, untuk rekreasi merasakan tempat wisata yang ada di Jakarta.

Peserta lebaran anak yatim dan berbagi piring adalah anak yatim piatu dari berbagai agama dan suku di seluruh wilayah DKI Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Muharam yang jatuh setiap tanggal 10 Muharam.

Lebaran Anak Yatim nantinya terbagi menjadi dalam dua segmen. Pertama, kegiatan jamuan makan siang untuk 4.200 anak yatim di 59 restoran di seluruh wilayah DKI Jakarta, yang diisi dengan cara edukatif dan inspiratif.

Untuk 4.200 anak yatim yang mengikuti jamuan makan siang akan dipilih melalui Baznas Bazis Kota DKI Jakarta yang telah diverifikasi oleh RT/RW, dan unsur Pemerintah Kota. Kemudian dikirimkan ke Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta untuk verifikasi akhir.

Sementara, 1.000 lainnya terdiri dari anak yatim yang tinggal di 46 Panti Asuhan Milik Pemprov DKI Jakarta maupun swasta. Mereka akan didata oleh Dinas Sosial DKI Jakarta.

Lihat juga...