hut

Saldo Cukup, Lancarkan Pembelian Tiket Elektronik di Pelabuhan Bakauheni

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sempat terhambat akibat saldo provider penjualan tiket di pelabuhan Bakauheni kurang, pelayanan penjualan tiket elektronik kembali lancar.

Marbun, pengelola penjualan kartu uang elektronik dari PT Hanmar Multi Talenta menyebut penerapan sistem nontunai (cashless) kerap mengalami kendala. Sebab sebagian pengendara kendaraan mobil, truk, motor, pejalan kaki kerap belum memiliki saldo uang elektronik.

Marbun (kiri) pengelola penjualan kartu uang elektronik dari PT Hanmar Multi Talenta menyiapkan saldo isi ulang dan pembelian kartu perdana di pintu masuk pelabuhan Bakauheni Lampung, Sabtu (7/9/2019) – Foto: Henk Widi

Selain kendala tersebut sebagian masyarakat masih belum memanfaatkan fasilitas isi ulang (top up) yang tersedia. Pasalnya sejak diterapkan pada 15 Agustus 2018 silam pembelian kartu perdana uang elektronik, top up bisa dilakukan di sejumlah tempat.

Lokasi penjualan diantaranya di sejumlah toko waralaba, ATM, konter penjualan di Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Lintas Timur.

Pola pemakaian uang elektronik pengguna jasa pelabuhan menurutnya beragam. Pertama pengguna jasa rutin seperti kendaraan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), truk ekspedisi dan kendaraan yang rutin menyeberang.

Kedua kendaraan yang menyeberang saat liburan atau momen tertentu dan ketiga pengguna jasa yang baru pertama kali menyeberang. Ia menyebut saat ini provider penyedia uang elektronik di Bakauheni merupakan Himpunan Bank Negara (Himbara).

“Sejak diperkenalkan pertama kali sudah ditetapkan pelayanan pembelian uang elektronik di Bakauheni menggunakan uang elektronik dari Bank BRI, Mandiri, BNI dan BTN yang bisa diisi ulang pada sejumlah lokasi, namun pengguna jasa masih banyak yang membeli di pelabuhan Bakauheni,” ungkap Marbun saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (7/9/2019) sore.

Marbun menambahkan, berjalan selama setahun sejumlah pengguna jasa mulai terbiasa memakai uang elektronik. Beberapa pengguna jasa bahkan mulai membeli tidak hanya satu kartu uang elektronik.

Sebab pemakaian uang elektronik terkoneksi dengan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang sejak pertama beroperasi menerapkan cashless. Meski demikian sejumlah konsumen yang memiliki kartu uang elektronik bank swasta memiliki kartu cadangan dari bank Himbara.

Habisnya saldo dari provider uang elektronik pada Jumat (6/9) dini hari disebutnya ikut menghambat. Sebab sebagian pengguna jasa menggunakan uang elektronik dari bank berbeda.

Meski demikian PT Hanmar Multi Talenta yang bekerjasama dengan bank BNI tidak mengalami kendala. Salah satu solusi bagi sejumlah pengurus jasa ekspedisi diakuinya bisa menggunakan kartu berbeda menghindari gangguan sistem atau saldo habis di sejumlah provider.

“Gangguan dari saldo yang kurang salah satu provider tentunya mengganggu pelayanan, tapi ada pengurus yang memilih beralih memakai kartu uang elektronik dari bank lain,” beber Marbun.

Bagi pengendara sejumlah kendaraan diakuinya harus mengisi saldo cukup untuk membeli uang elektronik. Sebab sesuai tarif dibedakan berdasarkan golongan mulai dari kendaraan roda dua Rp51.000 hingga golongan IX mencapai lebih dari Rp2 juta.

Saldo yang cukup diakuinya bisa membantu kelancaran pelayanan sebelum membeli tiket. Gangguan listrik, saldo kurang, sistem internet terganggu membuat penjualan tiket sementara dilakukan manual dengan uang tunai.

Sejumlah gangguan dalam sistem pembayaran nontunai disebut Marbun sudah dievaluasi dalam waktu setahun terakhir. Pihaknya sebagai provider bahkan menyiapkan sejumlah konter penjualan.

Saat kondisi normal konter disediakan di loket pembelian tiket kendaraan, tiket pejalan kaki. Saat libur panjang dengan potensi pengguna jasa meningkat konter penjualan tambahan bahkan disediakan di tepi Jalinsum.

“Kami melakukan sistem jemput bola agar tidak ada antrian di pintu masuk pelabuhan Bakauheni saat membeli tiket,” ungkap Marbun.

Imbauan kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan agar mengisi saldo yang cukup bahkan telah dilakukan. Sebab uang elektronik yang akan digunakan menyesuaikan pemakaian untuk pejalan kaki, kendaraan roda empat maupun motor.

Jumlah saldo uang elektronik menurutnya bisa diisi jauh-jauh hari atau beberapa jam sebelum menuju pelabuhan Bakauheni. Sebab metode top up uang elektronik sudah bisa dilakukan di sejumlah konter dan toko waralaba.

Hasan, salah satu pengendara mobil asal Palembang mengaku ia sempat terkendala akibat saldo tidak cukup. Saldo yang tidak cukup akibat penggunaan di Jalan Tol Trans Sumatera. Namun saat akan mengisi di pelabuhan Bakauheni jenis kartu yang digunakan tidak bisa diisi ulang.

Hasan (kanan) salah satu calon penumpang kapal dengan kendaraan roda dua melakukan isi ulang atau top up uang elektronik di pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (7/9/2019) – Foto: Henk Widi

Kurangnya saldo pada konter menjadi kendala sehingga ia memilih membeli kartu perdana dari provider berbeda.

“Pengalaman saldo kurang namun top up tidak bisa dilakukan membuat saya memilih memakai kartu berbeda,” ungkap Hasan.

Ia berharap sejumlah pihak yang melakukan pelayanan penjualan saldo isi ulang bisa melakukan antisipasi. Sebab pada saat akhir pekan volume kendaraan yang menyeberang kerap meningkat.

Penyediaan saldo yang cukup dan pelayanan dari provider disebutnya menghindari terjadinya antrian. Terlebih pembelian tiket di jalan tol, pelabuhan yang memakai sistem non-tunai mewajibkan pengguna jasa memeriksa saldo pada uang elektronik yang dimiliki.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!