hut

Sebabkan Polusi, Anies Panggil Pemilik Pabrik Arang di Cilincing

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bakal memanggil pemilik pabrik pembakaran arang dan peleburan timah di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Walaupun pabrik tersebut sudah disegel, karena telah membuat polusi udara yang mengganggu warga setempat.

“Nanti kita panggil, kita lihat mereka aspirasinya apa, potensinya apa, kemudian kegiatannya apa. Nanti kita akan panggil untuk diskusi,” kata Anies di JakGrosir Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (22/9/2019).

Selain itu, dia menyayangkan pengusaha rumah industri arang batok di Cilincing, Jakarta Utara yang tutup mulut soal legalitas lokasi industri tersebut. Menurut Anies, setiap pelanggaran ada konsekuensinya.

“Sebenarnya dari awal mereka bisa mencari tempat lain yang tidak memiliki masalah legal,” katanya.

Namun Anies punya pesan khusus untuk pegawai-pegawai yang mengetahui ada pelanggaran di lokasi kerjanya. Dia berencana memanggil para pekerja industri arang batok Cilincing. Pasalnya mereka tidak melaporkan apabila ada masalah legalitas di lokasi rumah industrinya berdiri.

“Kan sering terjadi tuh. Ingat waktu penutupan tempat-tempat yang di situ ada kegiatan narkoba? Kan yang bekerja di situ sebenarnya tahu, tapi diam,” tuturnya.

Dia mencontohkan kasus sebelumnya kerap terjadi, seperti penutupan tempat yang terbukti dipakai untuk mengonsumsi narkoba. Menurut Anies, pekerja di sana sebenarnya tahu aktivitas tersebut. Akan tetapi, mereka memilih diam dan baru memusingkan kariernya.

“Jadi ini yang sering saya sampaikan berkali-kali bahwa kalau kita bekerja di sebuah tempat yang kita tahu melanggar, ya lapor,” ujar dia.

Beberapa kejadian tersebut seperti terjadi belum lama, penutupan tempat yang ada peredaran narkobanya, tetapi warga yang tinggal di kawasan tersebut hanya diam atau cuek saja.

Menurut dia, warga baru melapor setelah tempat tinggalnya akan ditutup. Mereka mengadukan bagaimana tempat usahanya atau pekerjanya.

“Ketika tempatnya ditutup baru mereka bilang ‘pak bagaimana dengan pekerjaan kami’. Kalau dari awal mencari tempat lain yang tidak memiliki masalah legal,” kata Anies.

Anies lalu menjabarkan perbedaan antara kehilangan pekerjaan karena tempat usaha ditutup dengan menurunnya tingkat perekonomian daerah. Menurut dia, sumber nafkah pengusaha dan karyawan di rumah industri arang lenyap lantaran pemerintah daerah menghentikan pelanggaran.

“Tapi ini berbeda sekali dengan kehilangan pekerjaan dengan perekonomian yang melemah misalnya, maka pemerintah lebih punya tanggung jawab. Kalau di sini, selama ini melanggar, dihentikan, otomatis kehilangan pekerjaan,” ucap Anies.

Anies menambahkan pemerintah bertanggung jawab kepada masyarakat warga negara Indonesia, termasuk Pemda Jakarta Utara.

“Karena pemerintah bertanggung jawab yang selama ini melanggar dihentikan, sekarang kehilangan pekerjaan nati kita dengarkan aspirasinya,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan sebanyak 23 usaha pembakaran arang milik 17 pengusaha arang di Cilincing, dibongkar dan ditutup tidak boleh beroperasi lagi.

Pembongkaran ini dilakukan menyusul keluhan warga sekitar karena udara yang dihirup terkontaminasi dengan aroma pembakaran arang dan peleburan aluminium.

Lihat juga...