Sejumlah Karhutla di Rejang Lebong Memiliki Unsur Kesengajaan

Ilustrasi -Dok. CDN

REJANG LEBONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menemukan beberapa kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah itu akibat di sengaja dibakar.

Pembakaran diduga dilakukan oleh oknum warga setempat. “Ada beberapa kasus yang sengaja dibakar oleh warga untuk pembukaan kebun baru. Lahan yang dibakar ini umumnya hutan yang baru dibuka. Akibat pembakaran ini menyebabkan kasus kebakaran hutan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Rejang Lebong, Basuki, Jumat (6/9/2019).

Metode pembakaran untuk pembukaan lahan baru, yang biasa dilakukan oknum masyarakat, karena terbentur dana untuk pengolahan lahan. Pembakaran menjadi jalan pintas untuk membuka lahan. Selain itu, mereka juga menilai sisa pembakaran lahan bisa menyuburkan tanah.

Kasus kebakaran hutan dan lahan di beberapa kecamatan di Rejang Lebong sebulan terakhir, terjadi di 10 lokasi. Terbanyak berada di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kota Padang, Binduriang serta di Kecamatan Bermani Ulu dan Bermani Ulu Raya.

“Selain disebabkan oleh unsur kesengajaan, ada juga yang diakibatkan kelalaian seperti ada yang membakar sampah di dekat lahan kosong dan kemudian merambat sehingga terjadi kebakaran. Kalau kebakaran lahan yang berada di pinggir jalan raya ini disebabkan puntung rokok yang dibuang orang yang lewat,” jelasnya.

Untuk mengatasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, BPBD telah menyiagakan personel Pusdalops, alat berat, mobil tanki, logistik dan sarana prasana penanganan lainnya. Selain itu Pemkab Rejang Lebong sendiri, juga sudah menerbitkan Surat Edaran No.360/077/Bag.l, tertanggal 20 Agustus 2019, yang berisikan larangan pembakaran lahan untuk kebun.

Isi dari edaran itu antara lain, memperkuat sistem deteksi dini atau titik rawan kebakaran hutan dan lahan. Kemudian mewaspadai api yang bersumber dari manapun, baik yang berada dalam areal hutan atau pun lahan masyarakat. Selanjutnya melarang masyarakat atau warga untuk membakar hutan dan lahan.

“Kendala kita jika lokasinya berada jauh di dalam hutan, atau jauh dari perkampungan, dan tidak akses jalan, sehingga mobil pemadam tidak bisa masuk, dan tidak bisa dijangkau selang air. Biasanya kami melakukan pemadaman bersama dengan anggota TNI, Polri dan warga menggunakan alat seadanya saja,” tutup Basuki. (Ant)

Lihat juga...