hut

Sekolah Miliki Andil Besar Tekan Angka Lakalantas

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Dunia pendidikan turut memiliki andil besar dalam meminimalisir kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan raya. Salah satunya, dengan melarang siswa belum cukup umur membawa sepeda motor ke sekolah.

Supangat, wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMPN 1 Penengahan, Lampung Selatan, mengatakan, pendekatan sekolah dilakukan dengan cara sosialisasi kepada pelajar, terkait aturan dan risiko membawa kendaraan roda dua tanpa kelengkapan surat izin mengemudi (SIM) dan di bawah umur.

Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah sejak awal melarang siswa membawa motor ke sekolah. Pihak sekolah juga tidak menyediakan area parkir kendaraan roda dua bagi siswa. Sesuai kesepakatan dengan komite sekolah, wali murid, siswa dan dewan guru, aturan tersebut masih diberlakukan. Sebagai solusinya, siswa menggunakan jasa ojek atau diantar orang tua.

Supangat mengatakan, upaya meminimalisir siswa menggunakan kendaraan roda dua ke sekolah juga sangat didukung oleh adanya sistem zonasi. Sebab, melalui sistem zonasi siswa yang diterima tinggal tidak jauh dari sekolah.

Sejumlah siswa bisa berangkat dan pergi ke sekolah cukup dengan berjalan kaki. Cara tersebut menjadi cara meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

“Kebijakan larangan siswa ke sekolah membawa kendaraan roda dua sudah lama kami terapkan, tentunya dengan segala aspek keselamatan yang menjadi tujuan, agar siswa fokus untuk kegiatan belajar,” terang Supangat, Kamis (5/9/2019).

Kebijakan pihak sekolah berkaitan dengan aspek keamanan. Sebab, menghindari risiko siswa kehilangan kendaraan, kecelakaan. Edukasi ditanamkan kepada siswa usia SMP, secara hukum belum cukup umur untuk memiliki SIM.

Koordinasi dengan pihak Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) juga dilakukan pihak sekolah. Sosialisasi keselamatan berlalu lintas (safety riding) kerap digelar saat tahun ajaran baru.

Meski sebagian siswa tetap menggunakan kendaraan roda dua, sejauh ini parkir tidak dilakukan di area sekolah. Ia memastikan tanggungjawab terkait keselamatan dan keamanan kendaraan ada pada siswa dan orang tua.

Upaya meminimalisir angka kecelakaan bagi pelajar diakuinya juga telah dilakukan oleh kepolisian setiap tahun. Melalui operasi Patuh Krakatau, menjadi cara menindak bagi pelajar yang tidak memenuhi unsur keselamatan.

“Saat pelajar terkena razia operasi patuh di jalan raya, artinya pihak sekolah sudah memberlakukan larangan membawa kendaraan ke sekolah,” tegasnya.

Operasi patuh, sebut Supangat, sekaligus menjadi cara edukasi bagi pelajar. Edukasi tersebut meliputi jenis pelanggaran yang akan dikenai bukti pelanggaran (tilang). Sebab, salah satu sasaran operasi patuh Krakatau 2019 yang menyasar pelajar, karena mengemudi di bawah umur dan tidak memiliki SIM.

Peranan sekolah meminimalisir kecelakaan dibenarkan juga oleh Ipda Kadek Andi. Kepala unit Kecelakaan Satlantas Polres Lamsel saat mendampingi Kasatlantas AKP Kasfi Mahardika, menyebut pelajar juga menjadi sasaran operasi patuh.

Berdasarkan kegiatan operasi yang sudah digelar selama sepekan, sejumlah pelajar ikut terjaring.

“Pelajar yang terjaring di kawasan tertib lalu lintas Kalianda umumnya tidak memiliki SIM, tidak memakai helm dan usia masih di bawah umur,” papar Ipda Kadek Andi.

Bagi pelajar, sudah dilakukan upaya sosialisasi ke sejumlah sekolah melibatkan pihak dewan guru. Langkah penyiapan mobil jemputan, jasa ojek bagi siswa sekolah menjadi solusi. Tindakan tegas dengan pemberian tilang bagi siswa yang terjaring operasi patuh Krakatau 2019, sekaligus menjadi edukasi. Sebab, sebelum operasi patuh kepolisian kerap menggelar operasi Simpatik, bertujuan menyadarkan pentingnya keselamatan berlalulintas.

Sebagai upaya meminimalisir kecelakaan lalu lintas usia pelajar, safari safety riding juga terus digelar. Kegiatan sosialisasi tersebut di antaranya memberikan materi aturan hukum, tertib berlalu lintas di jalan raya.

Kegiatan operasi dengan penerapan tilang sekaligus menekankan kepada pelajar, agar tidak melakukan pelanggaran di jalan raya. Selain itu, meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas yang didominasi kelalaian pengguna jalan.

Lihat juga...