hut

Selama Agustus, Puluhan Rumah di Sukabumi Rusak karena Bencana

Ilustrasi bencana longsor/Dok: CDN.

SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat, puluhan rumah di daerah tersebut rusak akibat bencana alam selama Agustus 2019.

Bencana yang melanda tersebut ada gempa bumi, longsor dan bencana lainnya. “Ada 68 rumah yang rusak dengan rincian, 34 rumah rusak berat, 24 rusak sedang dan sembilan rusak ringan,” kata Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, Selasa (10/9/2019).

Puluhan rumah yang rusak tersebut, mayoritas disebabkan akibat bencana gempa bumi. Puncaknya, saat terjadi gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter (SR), yang berpusat di Kabupaten Sumur, Provinsi Banten. Adapun jumlah kejadian bencana untuk kebakaran ada 19 kasus, longsor enam kasus, gempa bumi dan kekeringan masing-masing 22 kasus, serta enam kasus bencana lain-lain.

Akibat bencana tersebut, 50 Kepala Keluarga (KK) atau 147 jiwa terdampak. Sementara, 28 KK atau 89 jiwa mengungsi. Meskipun angka kasus bencana pada Agustus cukup tinggi, tetapi tidak ada korban jiwa dari bencana yang terjadi.

Walaupun ada dua warga yang meninggal dunia saat gempa lalu, namun bukan disebabkan secara langsung akibat bencana tersebut. Keduanya meninggal karena terkejut dan ada riwayat sakit jantung. “Untuk kasus kejadian bencana dalam beberapa bulan terakhir ini didominasi kebakaran dan kekeringan yang dikarenakan musim kemarau yang cukup panjang atau sejak akhir Februari,” tambahnya.

Daeng mengatakan, antisipasi terjadi bencana susulan, pihaknya sudah mengerahkan relawan dan petugas BPBD di setiap kecamatan. Petugas dimaksimalkan untuk meminimalisasi dampak jika bencana menerjang. Selain itu, warga diimbau proaktif melaporkan kejadian bencana sekecil apapun, yang terjadi di daerahnya masing-masing. “Bantuan darurat untuk korban bencana sudah kami serahkan kepada warga yang menjadi korban khususnya yang rumahnya rusak,” katanya. (Ant)

Lihat juga...