hut

Sepanjang 2019, di Lampung Terjadi 7 Kasus Penularan Rabies

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Sepanjang 2019, di wilayah Lampung telah ditemukan tujuh kasus rabies. Dengan fakta tersebut, Balai Karantina Pertanian (BKP) kelas I Bandar Lampung menggelar vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR).

Muhamad Jumadh, Kepala BKP Kelas I Bandar Lampung menyebut, populasi HPR terutama anjing di daerah tersebut mencapai 240.000 ekor. Kendati demikian, data Dinas Perkebunan dan Peternakan serta Balai Veteriner Lampung menyebut kasus rabies cukup rendah.

Muhamad Jumadh (tengah) Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung – Foto Henk Widi

Meski hanya ditemukan tujuh kasus, upaya pencegahan rabies tetap dilakukan. Kendati demikian, Balai Veteriner Lampung tetap menggelar World Rabies Day, dengan acara vaksinasi massal gratis. Aksi digelar dengan tujuan, meniadakan kematian akibat rabies di 2030 (Zero Death by 2030).

Wilayah yang menjadi sasaran adalah, Kecamatan Natar, lingkungan wilayah Bandara Raden Inten II. “Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang ditularkan hewan kepada manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi dan bisa mengakibatkan kematian,” terang Muhamad Jumadh kepada Cendana News, Jumat (13/9/2019).

Lampung disebut Jumadh, salah satu wilayah endemis rabies di Indonesia. Manusia menjadi satu komponen dari siklus penyakit rabies, karena siklus penyakit ini selalu menyebabkan kematian. Kali ini HPR yang divaksin 35 ekor anjing, 60 ekor kucing, dan lima ekor kera. “Sesuai data WHO sekitar 55.000 orang pertahun mati karena rabies, 95 persen dari jumlah tersebut berasal dari Asia dan Afrika,” tutur Muhammad Jumadh.

Lihat juga...