hut

Serobot Jalur Sepeda di Jakarta Akan Ditilang

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan mulai 20 November mendatang pihaknya bakal melakukam penilangan kepada pengendara sepeda motor yang melintas di jalur sepeda. Nantinya, Dishub bekerja sama dengan kepolisian untuk menindak para pelanggaran itu.

Dia menjelaskan, dasar hukum yang akan diterapkan kepada para pelanggar adalah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Nah, jalur sepeda akan berlaku efektif pada 20 November 2019, dan sebab itu mulai tanggal itu penegakan hukum berlaku efektif,” kata Syafrin, kepada wartawan, Senin (23/9/2019).

Syafrin menyebutkan, berdasarkan regulasi tersebut, pelanggar rambu-rambu termasuk marka jalur sepeda akan didenda Rp500 ribu.

“Kita pasang marka utuh di sana, kemudian ada kendaraan motor yang melanggar, itu kena pelanggaran marka,” katanya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi masih memberi toleransi pelanggaran di jalur sepeda hingga masa sosialisasi yang selesai 19 November.

“Sekarang kami masih pada tahap uji coba (jalur sepeda) dan sosialisasi,” ujarnya.

Syafrin mengatakan, melalui sosialisasi akan membangun paradigma dalam penggunaan jalur sepeda. Setelah pola atau paradigma telah terbangun, nantinya baru diimplementasikan dengan penindakan pelanggaran yang terjadi di jalur sepeda.

Pemerintah pun saat ini terus melakukan evaluasi keberadaan jalur sepeda di ibu kota. Selain itu, pemerintah akan menyiapkan fasilitas pendukung, agar nantinya penindakan efektif setelah masa uji coba selesai.

Syafrin mengatakan, pemerintah akan mengkombinasikan teknologi tilang elektronik (E-TLE) di koridor ganjil genap, untuk merekam pelanggaran tersebut. Pemerintah memang berencana membangun jalur sepeda di koridor ganjil genap.

“Jadi, nanti bisa terlihat itu pelanggaran ganjil genap atau (penyerobotan) sepeda,” kata dia.

Dia menyebutkan, bakal dilakukan patroli setiap tiga jam secara rutin. Patroli itu dibagi menjadi dua shift setiap harinya. Petugas yang dikerahkan berjumlah sekitar dua sampai empat orang.

“Sejak tiga jam akan ada patroli rutin dari pagi, siang, sore dan malam. Setiap shift kita akan kerahkan tiga sampai empat petugas yang akan monitor naik sepeda,” jelasnya.

Syafrin menyebut, jalur sepeda yang diokupasi berada di Jalan Pemuda dan Jalan Pramuka. Pada Sabtu, 21 September lalu, dia mendapat laporan, bahwa untuk jalur sepeda masih banyak diokupasi oleh ojek online dan parkir roda empat.

Lebih lanjut, pengendara yang kedapatan parkir di jalur sepeda untuk saat ini hanya akan dilakukan teguran, agar pindah lokasi parkir. Setelah masa uji coba, nantinya akan ada penilangan bagi kendaraan yang menyerobot jalur yang digunakan khusus sepeda.

Kegiatan tersebut, kata Syafrin, juga untuk mensosialisasikan adanya jalur sepeda kepada masyarakat termasuk ojol. Nantinya usai patroli, petugas Dishub akan melakukan evaluasi lokasi mana saja yang dilanggar.

“Kita akan melakukan evaluasi monitoring dari evaluasi terhadap jalur sepeda tersebut, untuk peningkatan fasilitas sarana prasarana,” katanya.

Pemerintah Provinsi DKI menyiapkan jalur sepeda sepanjang 63 kilometer. Jalur sepeda dibagi tiga fase. Pertama, sepanjang 25 kilometer diuji coba mulai 20 September sampai 19 November 2019.

Rutenya, yakni Jalan Medan Merdeka Selatan – Jalan MH Thamrin – Jalan Imam Bonjol – Jalan Pangeran Diponegoro – Jalan Proklamasi – Jalan Pramuka – Jalan Pemuda.

Fase ke dua sepanjang 23 kilometer akan diuji coba pada 12 Oktober-19 November 2019. Rutenya Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Sisingamangaraja – Jalan Panglima Polim – Jalan RS Fatmawati.

Fase ke tiga, akan diuji coba pada 2-19 November 2019. Rutenya Jalan Tomang Raya – Jalan Cideng Timur – Jalan Kebon Sirih – Jalan Matraman Raya – Jalan Jatinegara Barat – Jalan Jatinegara Timur.

Lihat juga...