hut

Sudah Diresmikan Bupati, Warga Punthuk Beribadah di Masjid Seadanya

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Sejumlah warga dusun Punthuk, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, berharap proses pembangunan masjid di desa mereka segera terwujud. Pasalnya meski sudah setahun dibangun, hingga kini masjid yang diidam-idamkan seluruh warga tersebut belum juga sepenuhnya rampung dan bisa dimanfaatkan.

Diresmikan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, sekitar tahun 2018 lalu, hingga kini masjid An-Nur yang menempati lahan seluas kurang lebih 400 meter persegi itu baru rampung sekitar 40 persen saja. Sehingga warga pun harus melakukan kegiatan peribadatan dengan kondisi seadanya.

“Karena belum rampung, kita melakukan ibadah seperti salat berjamaah dengan kondisi seadanya. Sehingga memang belum bisa nyaman,” ujar salah seorang warga jamaah masjid, Subardi, Minggu (15/9/2019).

Keberadaan masjid An-Nur yang baru dibangun itu sendiri sangat penting bagi warga dusun Punthuk karena untuk menggantikan masjid yang sebelumnya. Pasalnya masjid sebelumnya dinilai cukup kecil sehingga sudah tidak memadai untuk menampung seluruh jamaah yang ada. Maka dibangunlah masjid baru tersebut yang lebih besar.

“Masjid baru ini dibangun dengan ukuran sekitar 10×16 meter persegi. Dengan 2 lantai. Perkiraan pembangunan menghabiskan dana mencapai Rp 200 juta. Sementara sejauh ini kita baru mendapat dana sekitar 2/3 saja. Sehingga pembangunan baru mencapai sekitar 40 persen. Saat ini pembangunan sementara dihentikan karena kita kesulitan dana,” ujar tokoh masyarakat setempat, Kamdiyo.

Tokoh masyarakat dusun Punthuk Umbulmartani Ngemplak Sleman, Kamdiyo, saat menemui Cendana News, Minggu (15/9/2019) – Foto: Jatmika H Kusmargana

Warga pun berharap agar bisa mendapatkan dana tambahan untuk menyelesaikan seluruh proses pembangunan masjid. Agar masjid dapat digunakan sebagai tempat ibadah, mulai dari salat berjamaah, salat Jumat, hingga salat Ied. Terlebih 100 persen warga di dusun Punthuk merupakan umat muslim.

“Selain untuk kegiatan ibadah, masjid ini juga bisa digunakan sebagai tempat pertemuan kegiatan kemasyarakatan warga seperti arisan, rembug dusun dan sebagainya,” pungkasnya.

Lihat juga...