hut

Taman Reptile dan Museum Komodo TMII, Edukasi Cara Menangkap Ular

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Taman Reptile Indonesia dan Museum Komodo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memberikan edukasi cara menangkap hewan melata, seperti ular sanca batik atau piton yang masuk ke dalam rumah warga.

“Kalau musim penghujan banyak ular keluar sarang, karena banjir. Nah, ular itu suka masuk ke dalam rumah warga, dan pastinya kita takut dan panik,” kata perawat satwa Taman Reptile Indonesia dan Museum Komodo TMII, Irvan Maulana Malik, kepada Cendana News, saat ditemui Minggu (8/9/2019).

Irvan Maulana Malik, perawat satwa Taman Reptile Indonesia dan Museum Komodo TMII, saat ditemui Cendana News, Minggu (8/9/2019) – Foto: Sri Sugiarti.

Lalu apa yang harus kita lakukan saat berhadapan dengan hewan melata yang membahayakan itu?”Jangan panik dan jangan dibunuh ular sanca yang masuk ke dalam rumah itu,” ujar Irvan.

Meskipun ular sanca batik atau piton ini tidak berbisa, tapi menurutnya, kita harus tetap waspada karena dapat membahayakan. Yakni apabila ular sanca tersebut mengigit tubuh kita dapat menyebabkan luka sobek.

Karena gigi ular sanca batik atau piton itu sangat besar. Sehingga otomatis luka gigitanya juga besar, dan bisa menimbulkan kematian, jika kehabisan darah dalam tubuh si penangkap.

Selain tergigit, belitan jenis ular ini juga bisa membuat tulang remuk, sesak napas dan bahkan menyebabkan kematian.

“Tergantung ukuran ularnya juga, kalau terlilit dan tergigit ular sanca sepanjang 8 meter dan nggak ada yang nolong bisa mematikan. Ular sanca batik di dunia panjangnya 12 meter,” ujarnya.

Menurutnya, ular yang habitatnya di alam liar, sangat berbeda dengan yang dipelihara. Yakni hewan melata liar ini akan lebih agresif jika merasa terancam.

Sehingga kembali dia menyarankan, jika kita bertemu ular liar jangan panik. Karena sikap panik kita dapat membuat ular tersebut kaget dan merasa terancam.

“Ular itu tidak melihat dan mendengar. Tapi dia mendeteksi melalui suhu panas tubuh dan gerakan. Jadi, ular menyerang kita karena ada gerakan tiba-tiba yang dirasa mengancamnya,” ungkapnya.

Irvan pun memberikan trik cara menangkap ular sanca batik liar yang masuk ke dalam rumah.

Langkap pertama, sebutnya, yakni dengan menggunakan ember atau bak pencuci baju. Ular tersebut diisolasi dengan ditutupi ember secara perlahan.

Karena ular suka sekali dengan tempat gelap, seperti dengan ditutupi ember ini. Namun demikian ular itu masih bisa mendongkrak ember untuk kabur. Maka jangan lupa di atas embernya diberikan beban berat.

“Tenaga ular sanca sangat besar sekali. Di atas ember yang menutupi ular itu harus diberikan beban berat, seperti batu. Ini agar ular tidak kabur kemana-mana,” ujarnya.

Setelah ular tersebut terisolasi atau ditutupi ember, barulah pemilik rumah menghubungi orang yang dapat menangkap ular tersebut. Karena ular tidak boleh dibunuh harus tetap dilindungi, bisa dengan menyerahkan ke kebun binatang atau TMII sebagai lembaga konservasi flora dan fauna.

Adapun langkah kedua yaitu, menangkap ular sanca ini dengan menggunakan sapu. Caranya jelas Irvan, kepala ular terlebih dahulu harus ditekan pakai sapu, agar tidak bergerak kemana-mana.

Setelah kepala ditekan sapu, barulah ular itu ditangkap. Namun menangkapnya tidak boleh melebihi dua jari dari bagian kepala. Kerena jika melebihi dipastikan ular itu dapat membelokkan kepalanya dan mengigit si penangkap.

Untuk menangkap ular itu tidak boleh satu orang, minimal harus berdua. Karena jika ditangani sendiri cukup bahaya bisa melilit tubuh si penangkap.

Ular piton yang ukuran panjangnya di atas 2 meter itu cukup bahaya bila ditangani sendiri. Minimal harus ada dua orang yang menangani ular.

“Nah yang dikhawatirkan apabila ular melilit bagian leher kita dapat menyebabkan tidak dapat bernapas. Bukan menangkap ular, malah kita yang ditangkap ular. Jadi harus minimal dua orang yang menangkapnya, yang penting berani dan jangan ragu,” ujar Irvan.

Langkah ketiga dengan menggunakan handuk tipis tapi jangan berbahan licin. Handuk itu kita pakai untuk menutupi kepala ular yang masuk ke dalam rumah. Setelah kepalanya tertutupi, baru diintip jangan langsung ditangkap.

“Kita pakai perasaan, kalau posisi kepala diam, baru kita tangkap dan masukkan ke dalam karung,” ujarnya.

Untuk memasukkan ular ini kedalam karung tidak bisa sendirian tapi harus bertiga. “Yang satu orang pegang karungnya, dan dua orang pegang ular untuk dimasukkan ke dalam karung itu. Jadi tidak gampang ya, karena ular masih coba untuk berontak atau lari,” tukasnya.

Bagi orang yang sudah terbiasa menangkap ular, trik atau langkah ini bisa dilalukan. Namun kata Irvan, bagi orang yang belum pernah trik ini tidak disarankan untuk melakukan karena berbahaya.

Jika tidak ingin mengambil risiko, maka disarankan bisa memanggil orang yang biasa menangani ular.

Ular masuk rumah warga biasanya karena ingin melakukan aktivitas, yakni seperti mencari makan dan ganti kulit. Dia pun menyarankan, agar rumah tidak dimasuki ular rumah maka rumah tersebut harus selalu bersih.

Biasanya ular bersembunyi di bawah kolong tempat tidur, loteng, lemari dan lainnya. Tempat-tempat tersebut bagi ular merupakan yang paling aman.

Namun kembali, Irvan mengingatkan apabila mendapati jenis ular apapun yang masuk ke dalam rumah jangan dibunuh. Tapi hadapi dengan tenang jangan panik, atau bisa memanggil orang yang ahli menangani ular.

“Kalau ada ular jangan dibunuh, satwa melata itu kan ciptaan Tuhan juga, dan kita juga harus tetap melestarikannya,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!