hut

Tarif Murah, Daya Tarik Menginap di Homestay Damandiri

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Setiap akhir pekan, suasana desa Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, memang selalu berbeda dari biasanya. Desa yang terletak tepat di sisi barat kawasan wisata Candi Prambanan itu nampak lebih ramai dari hari biasa. Tak terkecuali pada Sabtu (7/9/2019).

Sejumlah kendaraan berplat luar daerah nampak terlihat terparkir di halaman rumah-rumah warga. Kendaraan itu tak lain adalah milik para wisatawan yang sedang menjadi tamu sejumlah homestay di Kampung Homestay Damandiri, yang dikelola Koperasi Tamanmartani Sejahtera.

Dari sekian banyak tamu homestay di Kampung Homestay Damandiri itu salah satunya adalah Muhammad Husnul Arif (25) asal Tangerang. Bersama sekitar 12 orang rombongan lainnya ia menginap di salah satu rumah milik warga dusun Kenaci, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, yang disulap menjadi homestay.

Muhammad Husnul Arif wisatawan luar daerah yang menginap di salah satu homestay, Sabtu (7/9/2019) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Kebetulan saya ke Jogja untuk mengikuti event lomba burung kicauan Piala Raja tingkat Nasional di Candi Prambanan pada Minggu besok. Sehingga saya dan rombongan bermalam di sini,” katanya saat ditemui Cendana News, Sabtu sore.

Bagi wisatawan luar daerah seperti Arif, keberadaan sejumlah homestay di Kampung Homestay Damandiri di desa Tamanmartani sangat bermanfaat. Selain berlokasi sangat dekat dengan kawasan wisata Candi Prambanan, tarif yang ditawarkan sejumlah homestay juga sangat murah. Sehingga tidak membebani dari sisi biaya.

“Jelas keberadaan homestay di sini sangat membantu. Sekitar 3 kali berkunjung ke Jogja, saya selalu memiliki menginap di homestay dibandingkan hotel. Karena selain dekat dengan lokasi acara, tarifnya juga sangat terjangkau,” katanya.

Arif membandingkan, jika menginap di hotel, dalam semalam ia biasa dikenai tarif hingga Rp500-700 ribu per malamnya. Sementara jika menyewa homestay, tarif sewa kamar rata-rata hanya berkisar Rp150-200 ribu per malamnya. Tarif itu bahkan bisa lebih murah jika menyewa satu rumah sekaligus untuk ditinggali bersama rombongan. Yakni Rp600 ribu per malam.

“Kalau di hotel kan mahal sekali. Beda dengan di homestay. Jauh lebih murah. Selain itu menginap di homestay juga lebih enak. Karena kita serasa tinggal di rumah sendiri. Ada ruang tamu dapur dan sebagainya. Jadi lebih nyaman,” katanya.

Arif pun berharap agar keberadaan sejumlah homestay di kawasan  desa Tamanmartani ini ke depan bisa dipertahankan, dan dikembangkan dengan lebih baik.

Yakni dengan terus meningkatkan dan menambah sejumlah fasilitas yang belum dimiliki. Dengan begitu diharapkan Kampung Homestay Damandiri dapat semakin dikenal secara lebih luas.

“Sangat bagus, semoga bisa dilengkapi dan ditingkatkan lagi fasilitasnya. Sehingga pengunjung atau tamu bisa semakin betah dan nyaman,” katanya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!