hut

Teknik Foto Udara, Pendukung Operasi Intelejen Bakamla

JAKARTA – Awak pesawat dan personel operasi udara maritim Indonesia, dilatih Teknik Fotografi Pemotretan dari Udara. Pelatihan digelar Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG), Senin (9/9/2019). 

Pelatihan diberikan, guna mempertajam kemampuan interpretasi atas foto udara yang akan diolah sebagai data intelijen. Pada pelatihan yang berlangsung empat hari, peserta mendapatkan beberapa materi penting tentang teknik fotografi, pemotretan udara dan interpretasi foto udara. Dilanjutkan praktikum di kelas.

“Teknik fotografi pemotretan udara dan interpretasi foto udara berguna dalam menafsirkan penampakan obyek, untuk diolah menjadi informasi intelijen yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan latihan maupun operasi,” ujar Direktur Latihan Bakamla RI, Laksma Bakamla Yeheskiel Katiandagho, S.E., M.M, seperti dalam pernyataan tertulis yang diterima Cendana News, Senin (9/9/2019).

Sesuai amanat Undang-Undang No.32/2014, tentang Kelautan. Dan Peraturan Presiden No.178/2014, tentang Bakamla. Lembaga tersebut bertugas untuk melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di perairan Indonesia dan yurisdiksi Indonesia.

Termasuk didalamnya, melaksanakan operasi udara maritim dibidang keamanan dan keselamatan laut. Dalam pelaksanaan operasi laut, tidak terlepas dari dukungan operasi udara maritime. Dalah satu keberhasilan operasi udara adalah, kemampuan untuk menyediakan data pantauan dalam bentuk foto udara, baik secara vertikal maupun dari sudut tertentu (oblique).

Pelatihan diberikan, dalam rangka menunjang kegiatan latihan maupun operasi. Kegiatan latihan dihadiri Direktur Udara Maritim, Laksma Bakamla Guntur Wahyudi, Kasubdit Garlat Kolonel Bakamla Jukiman Situmorang, Kasubdit Renlat Kolonel Bakamla Irwan Sobirin, Kasubdit Duklat Kolonel Bakamla Hotma I.D.P Sirait, narasumber Kolonel Laut (P) Imam Musani dari Dirdik Seskoal dan Mayor Laut (P) Aries Topan serta puluhan peserta latihan.

Lihat juga...