hut

Terpapar Kabut Asap, 4.100 Warga di Sumbar Terkena Influenza Like Illness

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PADANG — Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mencatat sebanyak 4.100 warga di daerah setempat terkena penyakit influenza like illness (ILI). Penyakit yang menyerupai influenza, dimana penderita mengalami demam di atas 38 derajat celcius disertai batuk dan atau sakit tenggorokan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday, Jumat (20/09/2019)/Foto: M. Noli Hendra

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday mengatakan, tingginya angka penderita penyakit ILI yang menyerang warga, tidak terlepas dari dampak terjadinya kabut asap yang menyelimuti udara di Sumatera Barat, akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di provinsi tetangga.

Ia menyebutkan berdasarkan data yang dihimpun sejak minggu ke-31 2019 yang bertepatan pada tanggal 28 Juli – 30 Agustus 2019, dimana ketika itu kabut asap sudah mulai terlihat di Sumatera Barat. Meski masih dalam kategori aman, namun dampaknya turut dirasakan oleh warga.

“Sejak itu kita langsung melakukan penanganan yang dimulai dari Puskesmas di seluruh nagari/desa. Selain kita beri obatnya, jika diberi sosialisasi untuk mengantisipasi supaya tidak terkena dampak ILI. Buktinya minggu ke-32 turun menjadi 4.430 kasus,” katanya, Jumat (20/09/2019).

Namun dari setiap adanya sosialisasi serta penanganan yang dilakukan mulai dari desa, tidak membuat kasus ILI menurun di minggu ke-33. Semakin tebalnya kabut asap menyelimuti sejumlah daerah di Sumatera Barat, kasus melonjak naik ke angka 5.706 kasus. Kondisi seperti semakin tidak terkendali, karena banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Kini, hingga sampai minggu ke-37 yang terhitung sejak 8 September – 14 September 2019 kemarin, kasus ILI tersebut mencapai angka 4.100. Secara jumlah kasus di minggu ke-37 sebenarnya mengalami penurunan jika dibandingkan pada minggu ke-36 sebanyak 5.168 kasus, dan kasus terbesar itu berada di minggu ke-35 yakni mencapai 5.934 kasus.

“Jadi setiap per minggunya itu berubah-ubah jumlah warga yang terkena. Kita berharap betul, dengan kondisi asap yang masih meyelimuti udara, marilah kesadarannya untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan,” imbaunya.

Merry menyebutkan untuk September ini, daerah yang paling banyak terkena berada di Kabupaten Pesisir Selatan yakni 1.179 kasus. Daerah Pesisir Selatan memang dikenali memiliki angka ILI yang lebih tinggi dibandingkan 18 daerah lainnya di Sumatera Barat. Seperti terlihat sejak minggu ke-31 hingga minggu ke-37 September ini, jumlah kasus ILI di Pesisir Selatan selalu berada di atas angka 1.000 kasus.

Sementara untuk daerah yang bisa dikatakan zero kasus ILI berada di Kota Payakumbuh. Di sana sejak minggu ke-31 hingga minggu ke-37 September ini, tidak ditemukan adanya warga yang terkena ILI. Padahal jika dilihat secara geografis, Payakumbuh berada dekat dengan Provinsi Riau yang kini kualitas udara yang sangat tidak sehat.

Khusus di Payakumbuh yang zero kasus ILI, hal ini dikarenakan tingginya kesadaran masyarakat menggunakan masker, serta kondisi kabut asap yang terlalu tebal.

Tidak hanya di Payakumbuh yang zero kasus. Tapi untuk daerah seperti Kota Solok, Pariaman, Bukittinggi, dan Kabupaten Padang Pariaman, juga tergolong sangat kecil kasus warga yang terkena ILI. Sedangkan untuk daerah kepulauan di Sumatera Barat yakni Mentawai, untuk minggu ke-37 ini juga zero kasus.

Lihat juga...