hut

Tiga Mantan Aparat Desa di Aceh Barat Diduga Mengkorupsi Dana Desa

Ilustrasi -Dok: CDN

MEULABOH – Sebanyak tiga orang mantan aparatur di Desa Alue Sikaya, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, ditahan oleh kepolisian. Mereka ditahan di Mapolres Aceh Barat, hingga Kamis (19/9/2019), karena diduga melakukan tindak pidana korupsi bantuan desa dan dana desa.

Kerugian dalam perkara tersebut mencapai Rp315.551.096. Ketiganya ditahan polisi sejak Jumat (13/9/2019), masing-masing berinisial HD, mantan Kepala Desa Alue Sikaya, Kecamatan Woyla sejak 2006 hingga 2017.

Kemudian MT, Kepala Urusan Pembangunan Desa Alue Sikaya 2013 hingga 2017, serta MZ, Bendahara Desa Alue Sikaya yang menjabat pada 2015 hingga 2017 lalu. “Ketiganya diduga melakukan tindak pidana korupsi bantuan pemerintah bersumber dari dana APBN, APBA, APBK sejak 2013, 2015, 2016, 2017,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP H Raden Bobby Aria Prakasa SIK, didampingi Kasat Reskrim, AKP M Isral, Kamis (19/9/2019).

Kasus ini mencuat setelah keluarnya hasil audit Inspektorat Kabupaten Aceh Barat, yang menemukan adanya indikasi kerugian keuangan negara sebesar Rp315.551.096, dari sejumlah program pembangunan di desa.

Adapun modus operandi yang diduga dilakukan ketiga tersangka, membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan secara fiktif. Serta mengurangi volume pekerjaan fisik yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dalam perkara ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya laporan pertanggungjawaban kegiatan serta sejumlah dokumen penting lainnya.

Ketiga tersangka juga disangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 dari Undang-Undang No.20/2000 yang merupakan perubahan Undang-Undang Republik Indonesia No.31/1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1e. Ancaman hukumannya, kurungan penjara paling singkat empat tahun atau paling lama 20 tahun atau denda paling sedikit Rp200 juta dan denda paling banyak Rp1 miliar. (Ant)

Lihat juga...