Tiga Puskesmas di Bekasi Ikuti Penilaian Akreditasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Tim surveyor akreditasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyambangi tiga Puskesmas di wilayah Kota Bekasi Jawa Barat. Survei akreditasi dimaksudkan untuk meningkatkan manajemen pelayanan Puskesmas sekaligus melakukan pembinaan.

Adapun Puskesmas yang disambangi dalam survei akreditasi fasilitas kesehatan tersebut meliputi, Puskesmas Jaka Mulya, Bekasi Selatan, Puskesmas Bekasi Jaya, Bekasi Timur, dan Puskesmas Kota Baru, Bekasi Barat.

“Akreditasi ini untuk mengkoreksi proses sebuah pelayanan yang esensinya ialah kelengkapan administrasi dan akselerasi untuk berhubungan dengan objek yang ada,” ungkap Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, saat menyambangi tim surveyor, Rabu (18/9/2019).

Dia mengatakan bahwa Kota Bekasi akan terus meningkatkan status kepemilikan yang berhubungan dengan aset, lalu promotif dan preventif untuk perlengkapan yang akan diusahakan seperti peningkatan rawat inap atau ponev di rumah sakit tipe D dengan target Puskesmas hadir di 56 Kelurahan wilayah setempat.

Rahmat Effendi, usai penilaian tim surveyor Komisi Akreditasi, berharap peningkatan pelayanan khusus untuk Warga Kota Bekasi di bidang Puskesmas lebih baik.

Menurutnya, saat bertemu langsung tim surveyor, menginformasikan bahwa dari tiga Puskesmas yang dikunjungi sudah memiliki pengolahan limbah meskipun kapasitasnya kecil, yang dibutuhkan ialah pengembangan dan SDM.

Dikatakan, surveyor memiliki kriteria sendiri dalam penilaian akreditasi tersebut dan tentu akan diakumulasikan.

“Tidak ada catatan yang tidak maksimal seperti yang dilaporkan, maka saya turun, saya mau dengar sendiri, kalau kita lihat kan bagus. Tapi kalau mereka kan ada standarnya, setelah akumulasi standarnya hanya SDM saja,” tambahnya.

Ketua Tim Surveyor, Cedrawarda, mengatakan, ada pun kriteria untuk mendapatkan tingkatan dalam penilaian tertentu ada tiga hal yang harus dipenuhi sebagai target penilaian, meliputi administrasi dan manajemen, upaya kesehatan perorangan, dan upaya kesehatan masyarakat.

“Ketiganya melihat pelayanan di kantor, teknis pengobatan di dalam Puskesmas sendiri, kemudian pelayanan kesehatan di bidang anak, lingkungan, promosi kesehatan, dan pencegahan penyakit, juga perbaikan gizi,” tukasnya.

Lihat juga...