hut

Tiga Tim Diterjunkan Atasi Karhutla Gunung Slamet

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di lereng Gunung Slamet wilayah Kabupaten Banyumas, hingga Senin (23/9) petang masih berlangsung. Tiga tim gabungan diterjunkan untuk memadamkan lima titik api yang belum juga padam.

Dandim 0701 Banyumas, Letkol Inf. Chandra, mengatakan, lima titik api yang muncul pada Minggu (22/9), masih ditangani sampai saat ini. Penyebaran titik api panjangnya pada kisaran 100 – 150 meter. Tim gabungan mengatasi titik api tersebut, dengan cara membuat sekat.

“Tim berupaya untuk meminimalkan bahan bakar di sekitar titik api, kemudian membuat sekat. Diharapkan, saat bahan bakar habis, api mengecil dan padam,” terang Dandim, Senin (23/9/2019) petang.

Dandim berharap, segala upaya pemadaman yang dilakukan, bisa terbantu dengan cuaca. Dengan diberangkatkannya tiga tim ini, maka total sudah ada 7 tim yang diterjunkan, dengan total jumlah personel 500 orang lebih.

Dandim 0701 Banyumas, Letkol Inf. Chandra. -Dok: CDN

“Tim ini kan bergantian, ada yang turun dan ada yang naik. Pada Sabtu malam kemarin, kita sudah mau tarik posko dan berlakukan stanby on call, tetapi laporan terakhir dari tim peninjau, kembali muncul titik api, sehingga seluruh anggota tetap di lokasi. Kita juga berharap, semua upaya yang dilakukan terbantu oleh cuaca, kemarin sempat turun hujan, tetapi hanya gerimis dan sebentar, sehingga belum efektif untuk memadamkan api. Minimal hujan sedang dan waktunya agak lama, baru bisa memadamkan api,” tuturnya.

Sementara itu, terkait rencana pengeboman air atau water bombing yang sempat mengemuka dalam rapat koordinasi, Dandim mengatakan, sangat mungkin untuk dilakukan. Menurutnya, di dekat lokasi kebakaran terdapat dua sumber mata air yang bisa dipergunakan untuk waterbom, yaitu waduk di dekat Kaligua dan waduk di wilayah Brebes.

“Water bombing itu sangat efektif untuk memadamkan api, sumber air juga tersedia, sekarang tinggal heli yang untuk melakukan pengeboman air ada atau tidak,” katanya.

Menurutnya, Kodam IV Diponegoro memiliki heli, namun tidak support untuk melakukan pengeboman air. Dan yang memiliki heli untuk waterbom yaitu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sehingga, pemkab dan BPBD setempat tinggal berkirim surat ke provinsi dan kemudian diteruskan ke BNPB.

Disinggung tentang penyebab kebakaran hutan, Dandim mengatakan, api di wilayah Banyumas berasal dari Brebes dan merupakan rambatan api dari wilayah Tegal. Menurut informasi, api berasal dari penduduk setempat yang sedang mencari burung dan tidak sengaja meninggalkan titik api.

“Kebakaran hutan itu 90 persen lebih karena faktor manusia, akibat putung rokok, atau meninggalkan tempat pembakaran tanpa memastikan api sudah padam dan lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com