hut

Trash Hero Kobarkan Semangat Peduli Sampah di Maumere

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Kepedulian terhadap sampah terutama plastik di kota Maumere dinilai masih sangat minim. Saat musim hujan, banyak berserakan di jalan raya terutama di pesisir pantai khususnya dekat muara kali.

Wenefrida Efodia Susilowati, direktur Bank Sampah Flores dan juga kordinator Trash Hero Maumere.Foto : Ebed de Rosary

“Selalu saja banyak sampah yang bertebaran di jalan raya saat musim hujan” kata Rafael Raga,mantan ketua DPRD Sikka, Rabu (11/9/2019).

Rafael mengatakan, perlu sebuah gerakan besar untuk menyadarkan masyarakat terkait dampak negatifnya terutama sampah plastik bagi warga. Menurut dia, gerakan besar edukasi harus rutin dilakukan terutama di kalangan anak-anak usia dini dan sekolah dasar.

“Kita perlu lakukan edukasi secara besar-besaran,” ungkapnya.

Wenefrida Efodia Susilowati kordinator komunitas Trash Hero Maumere mengatakan, dalam memungut sampah pihaknya melibatkan anak-anak Sekolah Dasar di desa tersebut. Selain itu, juga melibatkan para relawan yang biasanya wisatawan asing yang sedang menginap di tempat wisata sekitar.

“Minggu ini kami berhasil memungut sampah sebanyak 300 kilogram. Kebanyakan sampah merupakan botol minuman plastik serta kain. Tetapi kebanyakan plastik,” ujarnya.

Susi menyesalkan masih minimnya pemahaman masyarakat dan kepedulian akan masalah sampah meskipun selalu melakukan edukasi di desa dan kelurahan.

Trash Hero atau Pahlawan Sampah kata Susi sapaanya, merupakan gerakan sukarela berbasis komunitas yang didirikan di Thailand, 2013 lalu. Gerakan ini aktif di Asia Tengggara dan seluruh dunia.

“Gerakan ini sebelumnya ada di beberapa kota besar di Indonesia. 2015, gerakan ini mulai masuk di kabupaten Sikka dan eksis sampai sekarang. Dalam berbagai kegiatan kami melibatkan relawan,“ ungkapnya.

Masing-masing pahawan lokal terang Susi, mengadakan aksi bersih-bersih sampah mingguan. Juga membuat program isi ulang botol minuman dengan tujuan membersihkan dan mencegah limbah sampah.

“Aksi yang kami lakukan selalu positif dan bertujuan menginspirasi perubahan perilaku demi masa depan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Salah satu cara memancing kepedulian dari dini yakni dengan memberikan reward. Usai memilih sampah sambung direktur Bank Sampah Flores ini, anak-anak diberikan edukasi dengan membagikan buku tentang sampah.Pihaknya pun memberikan hadiah kepada anak-anak yang memungut sampah.

“Biasanya anak-anak sekolah yang membantu kami akan kami berikan buku tulis dan pensil. Ini untuk memotivasi mereka agar peduli kepada kebersihan lingkungan dan sampah,” tuturnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!