hut

Tumbang di King Power, Bos Tottenham Enggan Salahkan VAR

Editor: Koko Triarko

LEICESTER – Tottenham Hotspur harus menelan pil pahit, pulang dari lawatan ke King Power Stadium, homebase Leicester City dengan kekalahan. Kegagalan The Lilywhites tak lepas dari bantuan VAR yang membuat skor berbalik menjadi 2-1.

Harry Kane mencetak gol pembuka bagi tim London. Harapan membawa pulang poin penuh terlihat realistis, saat Serge Aurier mencetak gol di pertengahan babak kedua. Sayangnya setelah dilakukan pengecekan rekaman VAR, Heung-min Son dinyatakan offside, sehingga gol dianulir.

Leicester yang juga mengalami nasib serupa di babak pertama akhirnya berhasil menyamakan skor hanya dua menit setelah gol Tottenham dianulir. James Maddison memastikan kemenangan Leicester melalui gol pertamanya musim ini yang dicetak pada menit 85.

Bos Tottenham, Mauricio Pochettino enggan menyalahkan teknologi tambahan tersebut. Pochettino menegaskan, bahwa ia tidak akan mengeluhkan dan menyalahkan teknologi VAR karena teknologi tersebut sudah disepakati diterapkan dalam sepakbola di Liga Primer.

“Saya tidak akan membahas soal VAR. Saya hanya ingin menegaskan, bahwa kami semua menerima teknologi ini diterapkan dan sekarang saya tidak akan mengeluh mengenai itu,” ucap Pochettino dilansir SportsMole.

Lebih jauh Pochettino menegaskan, bahwa ia percaya sepenuhnya dengan keputusan wasit. Ia juga tidak akan mengeluh bila wasit menyatakan, apakah Heung-min Son dalam posisi offside atau tidak. “Saya pikir kita perlu menganalisa hasil pertandingan dengan cara yang berbeda, dan bukan termasuk VAR,” jelasnya.

Hasil 2-1 dari lawatan ke King Power Stadium, lanjut Pochettino, semestinya bisa diterima sebagai hasil dari sebuah laga yang berlangsung sangat fair, dan sesuai dengan ketentuan. Sebagai manajer, ia mengaku tidak kecewa meski timnya kalah.

Hanya saja, Pochettino tak menampik bila ia memang kecewa kehilangan dua gol dan berakibat pada perubahan emosi pada pertandingan tersebut.

“Memberikan keputusan itu pada Leicester memberi peluang (gol) pada 10 menit akhir laga,” paparnya.

Pochettino menambahkan, saat tim leading 2-0 membuat laga bakal berlangsung berbeda. Namun, hasil VAR kemudian membuat emosi pemain berubah dan menurutnya kondisi itu sangat normal.

“Kami pikir laga akan berakhir imbang, namun gol muncul dari kejauhan dan menghancurkan perasaan kami semua,” katanya.

Bukan hanya Tottenham, Leicester juga mengalami nasib serupa. Wilfred Ndidi sempat membuat publik tuan rumah bersorak sebelum golnya dianulir merujuk hasil rekaman VAR. Tak lama berselang, Harry Kane mencetak gol pembuka Tottenham.

Lihat juga...