hut

Tunggakan Iuran Kepesertaan BPJS di Curup Mencapai Rp34,2 Miliar

Ilustrasi - BPJS Kesehatan - Dok CDN

REJANG LEBONG – Jumlah tunggakan iuran kepesertaan mandiri di BPJS Kesehatan di wilayah Provinsi Bengkulu mencapai Rp34,2 miliar. Jumlah tersebut berdasarkan catatan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Curup, yang membawahi empat kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Curup, Syafrudin Imam Negara, mengatakan, tunggakan iuran berasal dari peserta mandiri yang tersebar di empat kabupaten. “Jumlah tunggakan peserta mandiri tersebar di Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, Lebong dan Kabupaten Bengkulu Utara. Sampai dengan Agustus lalu mencapai Rp34,2 miliar,” ungkap Syafrudin, Kamis (5/9/2019).

Peserta BPJS Kesehatan yang menunggak iuran, adalah peserta mandiri baik untuk kelas I, II dan III. Jumlah keseluruhan pesertanya ada 67.024 orang. Adapun rincian peserta yang menunggak iuran ini antara lain, di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 33.815 orang. Mereka terdiri dari peserta kelas I sebanyak 1.869 orang, kelas II 4.861 orang dan kelas III sebanyak 27.085 orang dengan total tunggakan Rp16,4 miliar.

Di Kabupaten Kepahiang ada 15.623 orang, terdiri dari kelas I sebanyak 1.020 orang, kelas II sebanyak 2.106 orang dan kelas III sebanyak 12.497 orang, dengan total tunggakan sebesar Rp8,2 miliar. Di Kabupaten Lebong sebanyak 7.200 orang, terdiri dari kelas I sebanyak 543 orang, kelas II sebanyak 960 orang dan kelas III sebanyak 5.697 orang, dengan total tunggakan Rp3,5 miliar.

Di Kabupaten Rejang Lebong, jumlah tunggakannya sebesar Rp5,9 miliar terdiri dari peserta kelas I sebanyak 1.181 orang, kelas 2.780 orang dan kelas III sebanyak 6.425 orang. Untuk mengurangi jumlah tunggakan, BPJS Curup melakukan penagihan melalui nomor telepon peserta yang terdaftar. Serta melakukan pendekatan melalui kepala desa dan pihak kecamatan, guna meminta warga membayar iuran BPJS tepat waktu. (Ant)

Lihat juga...