hut

Udara Tidak Sehat, Disdik Sumsel Liburkan Sekolah

Editor: Mahadeva

PALEMBANG – Kondisi kabut asap di Kota Palembang kian menebal. BMKG Stasiun II SMB mengatakan, dalam kurun 24 Jam terakhir, udara di daerah tersebut tercemar asap.

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Pendidikan Sumatera Selatan mengeluarkan instruksi, meliburkan sekolah yang udara di lingkungganya tercemar kabut asap. Di dalam edaran tersebut diatur, bagi daerah yang normal tetap menggelar kegiatan belajar seperti biasa.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo, saat ditemui Cendana News, Selasa (10/9/2019) – Foto M Chandra

Bagi daerah yang udaranya masuk kategori sedang, tetap belajar dengan ketentuan diundur jam masuk sekolah dan siswa serta guru memakai masker. “Bagi daerah kategori parah, maka kegiatan belajar fakultatif. Siswa diberi tugas sesuai dengan mata pelajaran yang seharusnya berlangsung untuk dikerjakan dirumah. Memaksimalkan kelas maya. Sehingga dengan demikian tidak mengurangi jam dan hari dalam satu tahun yang harus dilaksanakan,” papar Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo, Selasa (10/9/2019).

Surat edaran tersebut dikeluarkan, sesuai dengan instruksi BMKG Sumsel. Kemudian juga mempertimbangkan rekomendasi Dinas Kesehatan Sumsel. Kegiatan belajar mengajar baru bisa dilaksanakan kembali secara normal, apabila cuaca sudah terkategori aman.

Berdasarkan data BMKG Stasiun SMB II Palembang, sejak 9 September 2019, didapati kondisi cuaca di Sumsel didominasi asap. Selain asap, kelembapan udara yang terjadi antara 45 hingga 95 persen, temperatur antara 23 hingga 35 derajat celcius.

Sementara angin dari Tenggara dengan kecepatan lima hingga 20 Knots (9 hingga 37 Km/Jam). Kekeruhan udara atau asap mengandung partikel-partikel kering menyebabkan jarak pandang berkisar antara 1.000 hingga 8.000 meter.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!