UMKM Kuliner Serap 9 Ribu Tenaga Kerja di Balikpapan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BALIKPAPAN — Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dijalankan oleh masyarakat menengah ke bawah memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah dan sangat memiliki kontribusi kepada bangsa Indonesia.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Balikpapan Doortje Marpaung saat memberikan keterangan, Selasa (10/9/2019). Foto: Ferry Cahyanti

Terbukti di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, tenaga kerja yang terserap melalui sektor UMKM kuliner sebanyak 9.250 orang dari 4.575 pelaku usaha.

“Data UMKM 2018, ada 4.575 pelaku usaha yang bergerak pada sektor tersebut. Melalui sektor ini mampu menyerap tenaga kerja 9.250 dan ini sangat membantu dalam menekan angka pencari kerja yang setiap tahunnya bertambah,” ucap Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Balikpapan, Doortje Marpaung saat ditemui Selasa (10/9/2019).

UMKM yang berdiri paling banyak berada di Kecamatan Balikpapan Tengah, karena ada di tengah-tengah kota Balikpapan.

“Omzet yang diperoleh dari total UMKM yang terdata bisa mencapai miliaran,” paparnya.

Doortje menjelaskan jumlah UMKM di Balikpapan ada ribuan dan dari data itu didominasi oleh kuliner kemudian disusul oleh UMKM perdagangan.

Untuk mempertahankan agar UMKM mampu bersaing dengan kompetitif dengan tumbuhnya pelaku usaha baru, pihaknya berupaya melakukan pembinaan.

“Upaya yang dilakukan adalah dengan pembinaan, pemantauan, pengawasan secara intens, baik dalam tinjauan langsung ke lokasi usaha pada saat event promosi, pelatihan ataupun sosialisasi,” ulas mantan Kabag Humas Pemkot Balikpapan.

Diapun mengharapkan di tengah persaingan yang ketat, pelaku usaha juga harus mempertahankan kualitas dari sisi kemasan hingga pelayanan kepada konsumen. Karena konsumen adalah pembeli yang bebas memilih dimanapun sehingga pelaku usaha harus terus meningkatkan pelayanannya dan kualitas.

Bahkan untuk mendongkrak pendapatan, pihaknya juga menyarankan untuk mulai menggunakan teknologi dengan dalam jaringan (Daring).

“Promosi menggunakan media digital salah satu upaya meningkatkan omzet. Saat ini sudah banyak pelaku usaha yang menggunakan sistem itu,” ujar Doortje Marpaung.

Lihat juga...