hut

UPT BBI Barongan: Permintaan Bibit Nila Meningkat di Musim Penghujan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Menjelang berakhirnya musim kemarau, UPT Budidaya Benih Ikan Barongan Bantul mulai mempersiapkan sejumlah komoditas ikan bagi para peternak. Sejumlah benih unggulan seperti nila merah, nila hitam, ikan mas atau tombro, tawes hingga koi disiapkan untuk melayani permintaan.

MF Susilartati kepala UPT Balai Budidaya Ikan Barongan Jetis Bantul. Foto : Jatmika H Kusmargana

Kepala UPT Budidaya Benih Ikan Barongan, MF Susilartati mengatakan, di awal musim penghujan antara bulan November-Desember permintaan benih di BBI Barongan selalu meningkat tajam. Jika sedang ramai, permintaan benih ikan bisa mencapai hingga 200 ribu bibit setiap bulannya.

“Karena benih ikan tidak bisa dicetak secara instan, maka mulai saat ini pun kita sudah mulai persiapan. Sejumlah indukan sudah kita kondisikan agar siap untuk dibudidayakan ketika nanti saat awal musim penghujan tiba,” katanya saat ditemui Cendana News, Selasa (10/09/2019).

Meski saat ini masih terhitung musim kemarau, dimana volume air menyusut, Susi menyebut hal itu tidak menjadi hambatan. Pasalnya selain memanfaatkan sumber air dari aliran irigasi, pihak BBI Barongan juga memanfaatkan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air kolam-kolam yang ada.

“Untuk musim kemarau seperti saat ini memang air menyusut. Kita juga tidak bisa setiap hari memanfaatkan air irigasi untuk kolam. Karena harus bergantian dengan para petani. Namun selain dari air irigasi kita selama ini juga memanfaatkan ada sumur bor. Sehingga tidak masalah,” ungkapnya.

Menempati lahan seluas kurang lebih 0,8 hektare, UPT Budidaya Benih Ikan Barongan memiliki lebih dari 80 kolam budidaya maupun pembesaran. Saat permintaan sedang tinggi, BBI Barongan mampu menghasilkan sekitar 150 ribu bibit ikan. Sementara saat musim kemarau produksi ikan berkurang sekitar 96 ribu bibit per bulan saja.

“Selain karena memang siklus budidaya itu sendiri, penurunan produksi benih ini juga disebabkan karena turunnya permintaan bibit dari peternak saat musim kemarau. Sehingga kita juga menurunkan jumlah produksi, menyesuaikan dengan permintaan pasar,” pungkasnya.

Lihat juga...