Usaha Budidaya Ikan di Lamsel-Lamtim Terdampak Kemarau

LAMPUNG — Pasokan air yang berkurang saat kemarau mulai berimbas pada usaha budidaya ikan air tawar di wilayah Palas, Lampung Selatan (Lamsel) dan Pasir Sakti, Lampung Timur (Lamtim).

Suyanto, pembudidaya ikan air tawar di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lamsel menyebut sebanyak 12 petak kolam ikan miliknya sebagian kering. Kekeringan kolam disebutnya dampak penguapan akibat kemarau semenjak tiga bulan terakhir.

Meski pasokan air berkurang, ia masih memelihara ikan lele, patin dan gurame pada sejumlah kolam. Pasokan air bersih diperoleh dengan cara melakukan proses penyedotan air sungai. Air Sungai Way Pisang yang mengalir melalui sejumlah sungai kecil dibendung untuk memasok kolam. Meski debit air menurun, tambahan dari sumur bor masih bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar miliknya.

Kemarau disebut Suyanto membuat produksi ikan air tawar menurun. Saat musim penghujan ia bisa memanen sekitar 8 kuintal ikan lele, patin dan gurame. Namun saat kemarau ia hanya bisa memperoleh sebanyak 5 kuintal ikan.

Kolam yang mulai mengalami penyusutan membuat ia mengurangi jumlah ikan yang dibudidayakan. Sebab kemarau berimbas tingkat kematian ikan akan lebih tinggi imbas suhu yang meningkat.

“Sebagian kolam yang tidak memiliki pohon peneduh membuat penguapan berlangsung cepat, suhu air lebih cepat panas sehingga terpaksa dikuras hanya disisakan kolam yang memiliki peneduh alami pohon pisang, mahoni dan pohon jati,” ungkap Suyanto saat ditemui Cendana News, Kamis (5/9/2019).

Suyanto, pemilik usaha budidaya ikan Mina Kerabat di Desa Sukaraja Kecamatan Palas Lampung Selatan menyiapkan pakan pelet untuk ikan patin miliknya,Kamis (5/9/2019). -Foto: Henk Widi

Sebanyak 8 kolam ikan disebut Suyanto masih akan dipertahankan hingga panen tahap kedua berakhir. Sebab sesuai prediksi kemarau masih akan berlangsung hingga akhir September. Saat awal Oktober hujan mulai turun ia akan mengoperasikan semua kolam miliknya untuk budidaya ikan air tawar.

Meski produksi menurun imbas kemarau, harga ikan air tawar disebutnya masih stabil. Harga ikan lele dijual Rp20.000 perkilogram, ikan patin Rp23.000 perkilogram, ikan gurame Rp45.000 perkilogram, ikan bawal Rp23.000 perkilogram.

Sebagian kolam ikan air tawar disebut Suyanto usai panen akan dikeringkan. Proses pengeringan kolam menjadi kesempatan untuk perbaikan dasar kolam, tanggul dan pemberian dolomit untuk membunuh bakteri dan pemupukan.

“Meski ada pasokan air namun setelah panen ikan sejumlah kolam langsung dikeringkan untuk penebaran benih saat datang musim penghujan,” tutur Suyanto.

Sebagian kolam yang masih dipertahankan menurutnya merupakan kolam yang dekat dengan aliran air sungai. Ikan air tawar budidaya selama ini kerap dipergunakan untuk pasokan usaha kuliner pecel lele, restoran penyedia menu pindang patin.

Sebagian ikan kolam tanah yang sudah siap panen dipindah ke kolam semen yang ada di dekat rumah miliknya. Sebab pasokan air pada kolam ikan semen masih bisa diperoleh dari sumur bor.

Imbas kemarau juga berdampak pada usaha pemijahan ikan di Desa Rejomulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur (Lamtim).

Muhamad Rozak,pembudidaya ikan air tawar di Desa Rejomulyo Kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur memeriksa kondisi kolam yang mudah menyusut selama kemarau, Kamis (5/9/2019). -Foto: Henk Widi

Muhamad Rozak, pemilik usaha pemijahan ikan mengaku imbas kemarau jumlah pembudidaya berkurang. Usaha pemijahan ikan lele, gurame dan patin mengalami penurunan permintaan. Permintaan bibit ikan air tawar imbas dari pembudidaya yang memilih istirahat akibat pasokan air berkurang.

“Saat ini banyak pembudidaya memprioritaskan air untuk kebutuhan air bersih jadi usaha kolam ikan sementara berhenti,” ungkap Muhamad Rozak.

Pada musim penghujan ia rata rata mendapat pesanan 10.000 bibit ikan lele, patin dan gurame. Permintaan tersebut berasal dari satu pembudidaya. Permintaan benih ikan selain dari sejumlah kecamatan di Lamtim sebagian berasal dari Lamsel.

Saat kemarau ia menyebut benih hanya diminati oleh pembudidaya yang dekat sumber air. Meski demikian permintaan benih pada musim kemarau tidak sebanyak saat musim penghujan.

Sebagian benih ikan yang tidak terjual diakui Muhamad Rozak dibesarkan pada sejumlah kolam. Keberadaan embung bekas galian pasir yang banyak terdapat di Lamtim membuat pasokan air masih terpenuhi.

Hasil pembesaran ikan selama tiga bulan umumnya dipakai untuk memasok sejumlah pemilik usaha kuliner pecel lele dan warung makan. Meski kemarau untuk kebutuhan warung makan masih bisa dipenuhi olehnya rata rata 50 kilogram perhari.

Lihat juga...