hut

Warga Ajibarang Petik Hasil Tanam Sayuran di Sungai Kering

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Musim kemarau yang berkepanjangan, menyebabkan Sungai Tajum yang mengalir di Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, mengering. Warga sekitar memanfaatkan area sungai yang kering tersebut untuk menanam berbagai macam sayuran.

Kawasan sungai yang mengering hampir keseluruhan. Hanya sebagian kecil sungai yang masih dialiri air, itu pun hanya pada saat tertentu. Warga berinisitif ‘menyulap’ bantaran sungai tersebut menjadi kebun sayur. Mereka membuat petakan dengan bambu seadanya.

Berbagai macam jenis sayuran ditanam, mulai dari singkong, kangkung, terong, ubi jalar dan lain-lain. Setelah satu bulan lebih, kini warga bisa menikmati hasil panen sayuran.

“Sekarang sayuran yang ditanam sudah panen, ada yang mengambil sayuran untuk konsumsi sendiri, ada juga yang untuk dijual di pasar,” kata salah satu petani yang menanam sayuran di Sungai Tajum, Wartinah, Rabu (4/9/2019).

Salah satu petani, Wartinah, mengambil sayuran hasil panennya, Rabu (4/9/2019) -Foto: Hermiana E. Effendi

Dari hasil memanen sayuran sejak pagi hingga siang hari, Wartinah mendapatkan 50 ikat daun singkong, beberapa ikat kangkung serta ubi jalar. Menurutnya, daun singkong yang sudah ia ikat sekalian, akan langsung dijual di pasar. Sedangkan kangkung dan ubi jalar akan dibawa pulang, untuk dimasak di rumah.

“Daun singkongnya cukup banyak, jadi mau saya jual ke pasar. Hasilnya bisa untuk membeli bumbu dapur, satu ikat daun singkong biasanya dijual dengan harga Rp2.000,” tuturnya.

Petani lainnya yang sedang memanen sayuran, Endang, mengatakan, tanaman terong yang ditanamnya terkena serangan hama, sehingga hasil panennya kurang bagus. Tetapi, ia bersyukur masih ada yang bisa dipetik, karena tanaman terongnya cukup luas.

“Harga satu kilogram terong sekitar Rp4.000 di pasar, panen ini merupakan ketiga kalinya,” katanya.

Wartinah, Endang dan petani lain di Desa Darmakradenan yang memanfaatkan kawasan sungai kering untuk membuka ladang sayur, mengaku sangat bersyukur masih bisa memetik hasil panen. Sebab, sebagian besar area sawah di desa tersebut kering-kerontang dan tidak bisa ditanami, sekali pun untuk tanaman palawija.

Sementara untuk kebun sayur di kawasan sungai, masih teraliri air sesekali dari hulu. Kalau air tidak sampai di kebun sayur, para petani biasanya mengambil air dari sungai dengan menggunakan ember untuk menyiram tanaman sayur mereka.

Selain bisa membuahkan hasil bagi para petani, kawasan Sungai Tajum yang mengering juga menjadi terlihat hijau, karena dipenuhi dengan tanaman sayur.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!