hut

Warga Batam Diimbau Mulai Mewaspadai Kabut Asap

Ilustrasi. Kabut asap. Foto: Dokumentasi CDN

BATAM – Dinas Kesehatan Kota Batam Kepulauan Riau mengimbau, warganya untuk mewaspadai keberadaan kabut asap akibat kebakaran hutan. Saat ini kawasan kota kepulauan tersebut diselimuti kabut asap.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyarankan, masyarakat tidak melakukan aktivitas ke luar rumah bila tidak ada sesuatu yang penting. Hal itu dibutuhkan, agar terhindar dari paparan debu asap. “Kalau ke luar rumah, pakai masker. Cuma kalau kondisi parah, masker-nya jangan yang biasa, ada yang khusus,” jelasnya, Selasa (10/9/2019).

Kabut asap dapat menyebabkan iritasi lokal pada mata, selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan. Paparan kabut asap juga bisa menyebabkan reaksi alergi, peradangan, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), hingga pneumonia atau radang paru. “Kabut asap bisa menyebabkan kita sulit bernafas, batuk, merusak paru-paru,” jelasnya.

Saat ini, kabut asap di Batam masih dalam kondisi baik. Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie, menilai, kabut asap kebakaran lahan yang menyelimuti Kota Batam kondisinya semakin tebal pada Selasa (10/9/2019). “Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada hari ini sudah 50, kemarin masih di bawah 50,” tandasnya.

Kualitas udara dikatakan sehat apabila ISPU pada rentang 0 hingga 50. Sementara di rentang 51 hingga 100 mask katagori sedang, 101 hingga 199 masuk katagori tidak sehat, rentang 200 hingga 299 katagori sangat tidak sehat, dan di rentang 300 hingga 500 masuk katagori berbahaya.

Sementara itu, warga Batam mulai merasakan jerebu (debu asap) yang menyelimuti kota. “Baju sudah mulai bau, jarak pandang juga sudah mulai berkurang,” kata Shinta, salah satu warga.

Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan, sebelum jerebu semakin tebal seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. “Tentu kita tidak ingin kejadian di Batam terjadi seperti di Pekanbaru Riau. Pemerintah harus bergegas,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...