hut

Warga Kota Padang Dihebohkan Suhu Udara Dingin

Editor: Mahadeva

PADANG – Masyarakat disejumlah daerah Sumatera Barat, dikejutkan dengan suhu udara yang terasa lebih dingin sejak dua hari terakhir. Data Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu udara yang paling rendah terjadi di Kota Bukittinggi dengan 13 derajat celcius di pagi hari.

Sementara di daerah lainnya, suhu udaranya mulai dari 16 hingga 22 derajat celcius. Milna, warga Padang mengatakan, suhu udara sudah mulai terasa dingin sejak Mingu (15/9/2019) malam. Padahal langit terlihat cerah, dan angin berhembus dengan normal.

Namun, perubahan suhu udara sangat terasa. Kondisi tersebut, semakin terasa di pagi hari. Keterangan di aplikasi smartphone menunjukan, suhu udara di angka 18 derajat celcius. “Di malam harinya itu memang sudah dingin juga, cuma saya tidak begitu acuh. Nah pas lagi tidur dan hingga terbangun, paginya itu semakin dingin. Saya di lihat di smartphone saya, suhu udaranya 18 derajat celcius. Padahal di hari-hari biasanya, di Padang itu suhu udaranya di atas 20 darajat celcius di pagi hari,” katanya, Senin (16/09/2019).

Di Senin (16/9/2019), sejak pagi hingga sore, suhu udara masih terasa dingin. Banyak masyarakat yang menggunakan jaket saat beraktivitas di luar ruangan. Banyak yang tidak memfungsikan AC di ruang kerja. Kondisinya jelas, menjadi sebuah hal yang mengejutkan masyarakat, dan menjadi bahan pembicaraan di media sosial.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Minangkabau, Yudha Nugraha, menjelaskan, suhu udara minimum pada pagi hari sebesar 18,6 derajat celcius. Kondisinya di bawah kondisi normal. Suhu udara terendah rata-rata di Padang adalah 22,7 derajat celcius.

Fenomena suhu udara yang dingin tersebut lumrah terjadi, pada saat musim kemarau. Hal itu dikarenakan, pada saat kemarau, tidak ada awan yang terbentuk di atmosfer, sehingga permukaan bumi mampu melepas radiasi gelombang panjang ke atmosfer.

Selain itu, kondisi pada saat musim kemarau cenderung memiliki kelembaban udara yang rendah atau kering. Sehingga tidak ada uap air yang cukup di udara, untuk menahan panas di bumi sehingga kondisi ini semakin menurunkan suhu udara pada malam hari. “Ya, kami melihat hal ini, juga dipengaruhi dengan adanya kabut asap, dimana pada saat terjadi kabut asap radiasi matahari tidak dapat masuk ke permukaan bumi, mengingat kondisi asap sudah mulai berkurang, dalam dua hingga tiga hari ini, suhu minimum diperkarakan akan kembali ke normalnya sekitar 21 hingga 22 derajat celcius,” jelasnya.

Dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, tidak semua daerah memiliki perubahan suhu udara secara ekstrem. Perbedaannya terlihat antara wilayah pantai dengan perbukitan. Untuk pegunungan suhu udara menjadi lebih rendah atau lebih dingin, dari pada kawasan pantai.

BMKG mencatat, suhu udara di Bukittinggi hanya 15 derajat celcius. “Kalau terkait potensi hujan, yang kita amati potensi terjadinya hujan masih rendah di Sumatrra Barat dalam dua hari ke depan. Sehingga masih didominasi oleh berawan hingga cerah berawan, namun akhir minggu ini terdapat potensi hujan ringan-sedang di sebagian wilayah pesisir barat Sumatera Barat,” pungkasnya.

Lihat juga...