hut

Warga Pesisir Lamsel Berburu Lumai

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Surutnya air laut di sejumlah pantai di Lampung Selatan (Lamsel), menjadi berkah bagi warga sekitar. Sejumlah warga memanfaatkannya untuk mencari lumai atau latih, yakni sayuran yang tumbuh di batu karang tepi pantai.

Nurma Yunita, warga Dusun Kampung Buah, Desa Sumur Kecamatan Ketapang, menyebut, surut air laut terjauh mencapai puluhan meter. Surut terjauh digunakan warga untuk mencari lumai.

Latuh atau lumai yang tumbuh di batu karang Dusun Buah Desa Sumur Kecamatan Ketapang Lampung Selatan -Foto: Henk Widi

.Tumbuhan lumai yang merupakan tanaman laut baru bisa diambil saat air surut. Sebab, pada kondisi air pasang lumai berada pada kedalaman satu meter. Lumai yang memiliki ciri khas seperti anggur berwarna hijau menjadi kuliner tradisional warga pesisir. Selama puluhan tahun, lumai bahkan menjadi bahan makanan alternatif saat musim kemarau.

Menurutnya, lumai yang tumbuh secara alami bisa dipanen sepanjang waktu saat laut surut. Saat fenomena purnama apogee membuat tubir laut di pulau Rimau Balak, bisa terlihat. Puluhan warga, terutama kaum wanita kerap membawa baskom dan pisau untuk memetik lumai, yang langsung akan disayur dijadikan lalapan karena tidak bisa disimpan.

“Warga memanen lumai segar saat air laut surut sejak pagi hingga sore, untuk dimanfaatkan sebagai sayuran segar, lalapan dan dipercaya memiliki manfaat kesehatan,” terang Nurma Yunita, Sabtu (14/9/2019).

Lumai yang dipetik akan dibersihkan dengan memakai air tawar, untuk membuang kotoran lumpur. Namun kondisi perairan di Selat Sunda yang bersih, membuat lumai yang dipanen tidak perlu dicuci. Lumai segar yang dipercaya berkhasiat menjaga kebugaran tubuh, obat awet muda, bahkan disantap dalam kondisi mentah.

Lumai yang sudah dipetik saat dikonsumsi memiliki rasa kecut dan asin. Sebagai tambahan penyedap rasa, lumai kerap disantap dengan sambal pekhos berbahan tomat, cabai merah, dan bawang merah. Sambal tersebut dipergunakan untuk menghilangkan rasa amis. Kuliner berbahan lumai tersebut menjadi makanan alternatif tanpa harus menanam.

“Lumai bisa disantap langsung atau dijadikan lalapan untuk menyantap ikan bakar,” tutur Nurma Yunita.

Warga lain bernama Latifah, memanfaatkan lumai untuk lalapan. Sebab, lumai yang dipetik langsung dari tepi pantai menjadi lalapan dan sayuran segar. Bagi sebagian warga pesisir pantai, lumai menjadi alternatif saat sulit mencari sayuran dari darat.

Lumai menjadi sayuran segar yang memiliki kesegaran alami. Selain lumai, saat surut terjauh warga juga mencari kerang sebagai bahan makanan laut.

Bagi warga pesisir pantai, lumai merupakan lalapan yang alami tanpa bahan kimia. Saat acara makan bersama atau bancakan, lumai kerap dijadikan lalapan. Lumai segar dipercaya mengobati diabetes dan mengencangkan kulit. Lumai biasa disantap dengan hidangan boga bahari (seafood) untuk menghilangkan lendir dan aroma kurang sedap.

“Jika dikreasikan dengan sambal pekhos dan ikan goreng, maka lumai akan lebih nikmat disantap,” ungkap Latifah.

Sebagai kekayaan sumber makanan yang ada di pesisir pantai, lumai sekaligus menjadi penanda kondisi perairan. Kondisi perairan yang bersih menurut Latifah ditandai dengan lumai yang berwarna hijau bening. Namun, saat perairan kotor lumai berubah warna kusam dan lendir kecoklatan.

Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan laut sekaligus menjaga pertumbuhan lumai tetap bersih dan menjadi alternatif bahan makanan warga pesisir Lamsel.

Lihat juga...