hut

13 Warisan Budaya tak Benda di Sumbar Perlu Dilestarikan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI resmi menetapkan 13 karya yang ada di Provinsi Sumatera Barat menjadi Warisan Budaya Tak Benda. Berbagai jenis karya yang ditetapkan itu, yang tersebar dari berbagai daerah di Sumatera Barat. 13 karya itu pun diminta kepada daerah untuk melestarikannya.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan bertepatan pada rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 yang digelar belum lama ini, dirinya menerima 13 sertifikat Karya Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia 2019.

Sertifikat tersebut diserahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendi dan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.

Ia menyebutkan 13 karya budaya yang telah ditetapkan ini yakni Babiola (Domain Seni Pertunjukan). Badampiang (Domain Tradisi dan Ekspresi Lisan). Tari Benten (Domain seni Pertunjukan). Tari Sikambang Manih (Domain Seni Pertunjukan). Tari Kain (Domain Seni Pertunjukan). Anak Balam (Domain Tradisi dan Ekspresi Lisan) dan Patang Balimau (Domain Adat Istiadat Masyarakat, Ritus dan Perayaan) dari Kabupaten Pesisir Selatan.

Kemudian ada Talempong Unggan (Domain seni Pertunjukan) dari Kabupaten Sijunjung. Sikerei (Domain Adat Istiadat Masyarakat, Ritus dan Perayaan) dari Kabupaten Kepulauan Mentawai. Botatah (Domain Adat Istiadat Masyarakat, Ritus dan Perayaan) dari Kabupaten Pasaman. Arak Bako (Domain Adat Istiadat Masyarakat, Ritus dan Perayaan) dari Kota Solok, 12. Songket Silungkang (Domain Kemahiran Kerajinan Tradisional) dari Kota Sawahlunto. Serta Diki Pano (Domain Seni Pertunjukan) dari Kabupaten Pasaman.

“Jadi betul Selasa lalu itu kita di Pemprov Sumatera Barat menerima penghargaan dari Kemendikbud. Sebenarnya cukup banyak yang kita usulkan untuk ditetapkan jadi Warisan Budaya Tak Benda ini. Tapi setelah melakukan berbagai seleksi dan verifikasi, akhirnya ada 13 karya budaya kita yang dinyatakan menjadi Warisan Budaya Tak Benda,” katanya, ketika dikonfirmasi dari Padang, Sabtu (12/10/2019).

Ia menjelaskan penetapan Warisan Budaya Tak Benda itu melalui proses panjang diawali sejak bulan Februari 2019. Jadi di tingkat provinsi, pengusulan itu melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Ketika itu ada 52 Karya Budaya yang diusulkan dari sumber 16 kabupaten dan kota.

Dari hasil verifikasi tim provinsi disampaikan sebanyak 32 usulan kepada Direktorat Warisan Budaya dan Diplomasi Budaya, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk diverifikasi oleh Tim Ahli Warisan Budaya Tak benda Indonesia.

“Nah hasil verifikasi pertama diperoleh 21 usulan, dan hasil verifikasi kedua diperoleh 19 karya budaya, dan dari verifikasi ketiga diperoleh 14 karya budaya. Namun ada 1 karya budaya yang ditangguhkan untuk diusulkan tahun 2020, karena ada beberapa persoalan,” jelasnya.

Adanya ketetapan 13 karya budaya di Sumatera Barat menjadi Warisan Budaya Tak Benda, karena adanya hasil sidang di hadapan Tim Ahli WBTB Indonesia 2019 yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dari 14 karya budaya tersebut ditetapkan 13 karya budaya Sumatera Barat menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2019.

“Jadi berdasarkan sidang penetapan Warisan Budaya Tak benda (WBTB) Indonesia, dari tanggal 13 sampai 16 Agustus 2019 di Jakarta, 13 Karya Budaya Sumatera Barat ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak benda Indonesia Tahun 2019 bersama 267 Warisan Budaya Tak benda Indonesia yang lainnya,” ungkap Gubernur Sumatera Barat dua periode tersebut.

Irwan Prayitno juga menceritakan, dari keterangan Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah yang memiliki karya budaya yang telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak benda Indonesia perlu terus melestarikannya.

Untuk itu, di Sumatera Barat, tentunya berkomitmen untuk dilestarikan. Tugas ini juga perlu dipahami oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Menurutnya, Warisan Budaya Tak benda Indonesia yang telah ditetapkan tersebut juga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya di Sumatera Barat. Diharapkan dapat masuk dalam kurikulum pendidikan, sebagai bentuk pengenalan sejarah warisan budaya Indonesia.

“Kalau bicara nasional, kata Mendikbud, sampai saat ini telah ditetapkan sebanyak 1.086 karya budaya sejak tahun 2013. Karya budaya tersebut kemudian diseleksi kembali untuk ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda sebagaimana UU Pemajuan Kebudayaan,” ujarnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com