hut

Aktivis Drone Kenalkan Karya Foto dan Video Aerial Lewat Pameran

Editor: Mahadeva

MALANG – Berbicara kualitas, banyak hasil fotografi dan videografi aerial karya anak bangsa yang ternyata tidak kalah bagus jika dibandingkan dengan hasil karya fotografer dan videografer luar negeri. 

Hal inilah yang kemudian mendasari aktivis drone bersertifikat nasional asal Malang, Arya Dega, mengadakan pameran aerial foto dan video drone. Pameran yang baru pertama kali diselenggarakan tersebut terbuka untuk umum, khususnya bagi para pecinta drone. “Saya sering melihat sekaligus membandingkan dari media sosial, ternyata hasil karya tema-teman lebih bagus dibandingkan hasil karya orang luar,” sebutnya, saat ditemui Cendana News di lokasi pameran di Mami combi cafe, Sabtu (5/10/2019).

Aktivis drone, Arya Dega dan fotografer makro, Anca saat ditemui di lokasi pameran di Mami combi cafe, Sabtu (5/10/2019). Foto-Agus Nurchaliq

Hanya saja menurut Dega, masih banyak teman-teman fotografer dan videografer aerial dalam negeri yang malu-malu dan tidak percaya diri, untuk karyanya kepada masyarakat. Sehingga banyak masyarakat yang belum paham, seperti apa sih hasil jepretan dari drone atau Unmanned aircraft systems (UAS). “Karena ini masih even yang pertama, jadi tujuan penyelenggaraan pameran ini adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat terkait hasil karya fotografi dan videografi drone. Karena selama ini memang masih belum pernah terangkat, sehingga banyak masyarakat yang belum tahu,” sebutnya.

Pameran karya kali ini bukan untuk dilombakan. Tetapi tidak menutup kemungkinan, hasil karya mereka bisa dibeli oleh pengunjung. Terkait nominal harganya, panitia tidak ikut menentukan, sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing fotografer. “Untuk kisaran harganya sendiri panitia tidak menentukan, tapi ada beberapa kawan yang tidak bisa menentukan harga. Kemudian saya sampaikan kepada mereka, untuk menentukan harga, bisa diperkirakan kira-kira secapek apa dan seberesiko apa proses pengambilan gambar tersebut dengan menggunakan drone,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan Dega, dalam gelaran pameran tersebut, selain memamerkan 25 karya fotografi dan videografi aerial, juga ditampilkan beberapa foto makro dari komunitas fotografi makro. Selama pameran yang berlangsung tiga hari, dirangkai workshop fotografi makro, workshop fotografi dan videografi dengan drone kecil maupun drone besar. Kemudian ada talkshow dunia drone di Indonesia. “Diharapkan nantinya pengunjung yang datang ke pameran tidak hanya untuk melihat karya-karya di pameran tapi juga bisa menjadi peserta workshop gratis,” ucapnya.

Lihat juga...