hut

Anies: Penumpang Angkutan Umum Meningkat

Editor: Mahadeva

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat memaparkan program-program semasa kampanye yang diklaim telah berhasil diantaranya Transportasi massal, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019) – Foto Lina Fitria

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Rabu (16/10/2019) genap dua tahun menjabat dan memimpin Ibu Kota Jakarta. Selama dua tahun menjabat sebagai gubernur, Anies mengklaim keberhasilan program penggunaan transportasi umum.

Saat ini disebut-sebut, di Jakarta jumlah pengguna transportasi umum meningkat dua kali lipat. Peningkatan salah satunya terlihat dari jumlah pengguna transjakarta dalam dua tahun terakhir. “Dalam dua tahun dari 2017 hingga 2019, jumlah penumpang naik hampir dua kali lipat kisaran 640.000 penumpang per hari,” kata Anies, Selasa (15/10/2019).

Anies menyebut, jumlah armada transjakarta dalam tiga tahun terakhir meningkat. Di 2017 ada 2.380 unit, di 2018 ada 3.017 unit, dan di 2019 ada 3.548 unit bus. Transjakarta memiliki 260 halte yang tersebar dalam 13 koridor, Publik Service Obligation (PSO) transjakarta, bertambah sepuluh kali lipat dari Rp333 juta pada 2011, menjadi Rp4,1 miliar pada 2020.

Pada 2019, fasilitas bus transjakarta terintegrasi dengan dua moda transportasi lain berbasis rel, yakni MRT di Bundaran HI dan LRT di Jalan Pemuda. Sementara untuk Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta sejak resmi beroperasi pada 24 Maret 2019 lalu, transportasi umum berbasis rel ini memiliki penumpang harian mencapai 100.000 orang pada akhir 2019.

Hingga Juli 2019, jumlah rata-rata pengguna MRT Jakarta mencapai 94.824 orang per-hari. Kondisinya, naik 15,9 persen dibanding kondisi Juni. Ketepatan waktu kedatangan, waktu tempuh, dan waktu berhenti kereta di stasiun MRT mencapai 100 persen dari total 6.159 perjalanan kereta. “MRT menjadi primadona transportasi publik termodern di Jakarta dan satu-satunya di Indonesia. Kereta Ratangga melewati 13 stasiun Fase 1, dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia, sepanjang 16 kilometer setiap hari,” paparnya.

Adapun enam kilometer di antaranya di bawah tanah (underground) yang melalui enam stasiun, yaitu Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia. Sedangkan sepuluh kilometer sisanya merupakan struktur layang (elevated) yang melewati tujuh stasiun, yakni Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, serta Sisingamangaraja. Sementara depo kereta berdekatan dengan Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Untuk LRT meski kini belum beroperasi secara resmi, sejak 11 Juni 2019 LRT Jakarta diuji coba secara gratis melewati enam stasiun. Yaitu Pegangsaan Dua, Pulomas, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Equestrian, serta Velodrome.

Dalam jangka waktu 11 Juni hingga 13 Oktober 2019, LRT Jakarta telah melayani 798.000 penumpang. Sementara untuk Jak Lingko, integrasi ini melibatkan antarbus besar, medium, serta kecil dan TransJakarta, dan juga transportasi berbasis rel yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seperti MRT dan LRT.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan 10.047 armada armada kecil, sedang, serta besar terintegrasi Jak Lingko dan akan segera diremajakan tahun depan. “Untuk implementasi pembatasan usia kendaraan angkutan umum sepuluh tahun akan direalisasikan maksimal pada 2020,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo.

Sistem pembayaran cashless dengan kartu Jak Lingko bertarif maksimal Rp5.000 per-tiga jam. Khusus untuk transportasi berbasis jalan.

Lihat juga...