hut

Anies: Revitalisasi Trotoar Untuk Kesetaraan Warga Jakarta

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengkalim  pihaknya telah merevitalisasi trotoar sepanjang 134 Kilometer selama dua tahun menjabat, dan pembangunan itu disebutnya akan memanjakan pejalan kaki.  Menurutnya, angka tersebut ditargetkan akan terus meningkat pada 2020, di mana telah disiapkan revitalisasi trotoar sepanjang 47 kilometer dengan anggaran optimal hingga Rp1,1 triliun.

“Kita melakukan revitalisasi di 2017-2019 sepanjang 134 km. Dan, targetnya nanti tahun depan kita akan menata 47 km, ini adalah trotoar yang dibangun dengan spirit kesetaraan,” kata Anies, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2019).

Menurutnya, penataan trotoar juga akan dilengkapi berbagai fasilitas, yakni bidang miring dan ubin pemandu, lift untuk ibu hamil, lansia dan penyandang disabilitas, fasilitas keamanan berupa CCTV dan satpol PP, hingga pelican crossing.

Trotoar ini juga terintegrasi dengan bus Transjakarta, MRT serta LRT. Sementara koridor Sudirman – Thamrin sudah dilengkapi way finding.

Pada 2019, lanjut dia, sebanyak 51 lokasi jalan di seluruh wilayah Jakarta yang mengalami revitalisasi trotoar dengan total anggaran sekitar Rp327 miliar.

“Di antaranya Jalan KH. Wahid Hasyim dan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, Jalan Sisingamangaraja hingga Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kawasan Velodrome, Jakarta Timur, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Pluit Selatan Raya, Jakarta Utara,” paparnya.

Dia juga bakal menyediakan berbagai fasilitas untuk para pejalan kaki, termasuk bagi disabilitas. Revitalisasi trotoar ini juga akan diharapkan memudahkan masyarakat pengguna TransJakarta, MRT, dan LRT.

Selain itu, terdapat 10 titik lokasi trotoar yang telah dan sedang direvitalisasi hingga akhir 2019. Yaitu, trotoar di Jalan Dr. Satrio, trotoar di Jalan Otto Iskandardinata, trotoar di Jalan Matraman Raya, trotoar di Jalan Pangeran Diponegoro, trotoar di Jalan Kramat Raya dan jalan Salemba Raya, trotoar di Jalan Cikini Raya, trotoar di Jalan Latumenten, trotoar di Jalan Danau Sunter Utara, trotoar di Jalan Yos Sudarso, dan trotoar di Jalan Kemang Raya.

Kawasan yang juga menjadi sorotan penting revitalisasi pada tahun ini adalah trotoar Cikini dan Kemang. Di trotoar Cikini, jalur sepanjang 10 kilometer ini akan diperlebar, dari semula hanya 3 meter menjadi 4,5-6 meter. Yaitu, 1,5 meter untuk pejalan kaki, 1,5 meter untuk penyandang disabilitas, 1,5 meter untuk street furniture, 0,5 sampai 1 meter untuk amenities.

Dia menyebut, kaki adalah alat transportasi yang dimiliki hampir semua warga Jakarta. “Setelah pejalan kaki, kendaraan bebas emisi (sepeda dan kendaraan listrik), diikuti kendaraan umum serta kendaraan pribadi,” tuturnya.

Perubahan paradigma ini, tercermin dari revitalisasi trotoar yang terhubung dengan koridor bisnis, komersil, pariwisata, hingga transportasi publik dalam kerangka Transit Oriented Development (TOD).

Namun, proyek pelebaran trotoar di beberapa ruas jalanan Jakarta ikut dikeluhkan oleh sejumlah pengendara motor maupun mobil. Sebab, pelebaran trotoar ini juga membuat kemacetan akibat ruas jalan menyempit.

Terhadap keluhan tersebut, Anies lalu mengajak warga agar menggunakan kendaraan umum. Selain mengurangi kemacetan, transportasi umum kini juga sudah jauh lebih nyaman.

Sedangkan, Komitmen Infrastruktur Khusus Kegiatan Strategis Daerah Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Riri Asnita, menyebut kawasan Cikini merupakan koridor seni, kreasi, budaya, dan tempat berkumpulnya para komunitas di Jakarta. Sehingga, penataan trotoar Cikini turut menghadirkan kembali Jakarta sebagai Kota Seni, di mana sarana dan prasarana publik di dalamnya menunjang untuk hal tersebut.

“Pembangunan jalur pedestrian menjadikan pejalan kaki sebagai arus utama (mainstream), mengedepankan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta, mulai dari anak-anak, ibu hamil, lansia, hingga para penyandang disabilitas,” kata Riri.

Riri mengatakan, pembangunan dan revitalisasi pedestrian ini adalah komitmen Pemprov DKI Jakarta menghadirkan kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pejalan kaki di Jakarta.

Sementara, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta, Rian Ernest, menyebutkan ada 23 janji Anies saat kampanye pada 2017 lalu. Namun, ada beberapa catatan penting yang menurut pihaknya harus menjadi sorotan publik atas implementasi janji-janji tersebut.

Bicara soal pemerataannya, katanya, sampai saat ini Jakarta hanya dipersolek pada wilayah-wilayah tertentu saja.

“Bila kita melihat salah satu objek pembangunan trotoar, mungkin Anies berbangga dengan proyek revitalisasi 134 km trotoar. Sementara, Data BPS pada 2015 saja menyebut Jakarta memiliki 540 km trotoar,” sebut Ernest.

Angka 134 km adalah angka yang kecil bila dibandingkan jumlah trotoar yang ada, bahkan beberapa jalanan belum difasilitasi dengan trotoar yang layak, seperti jalan Raya Munjul, Jakarta Timur. Karena Jakarta bukan hanya Thamrin dan Sudirman.

Anies Baswedan dilantik sebagai Gubernur DKI pada 16 Oktober 2017. Kala itu, dia berpasangan dengan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur, sebelum Sandiaga maju dalam Pilpres 2019.

Anies menjelaskan, dengan mengedepankan kolaborasi bersama masyarakat, sejumlah program yang dia janjikan saat kampanye Pilkada 2017 mulai terwujud. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat dilakukan untuk memastikan yang dikerjakan pemerintah sesuai kebutuhan masyarakat.

Lihat juga...