hut

ASN Kota Padang Diajak Kurangi Sampah Plastik

Editor: Mahadeva

PADANG – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, menerapkan aturan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) mengurangi penggunaan kantong plastik. 

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, perlu ada kepedulian untuk menyelamatkan bumi dari ASN Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Caranya, dengan mengurangi produksi sampah plastik.  “Ada banyak cara sebenarnya bisa dilakukan untuk mengurangi produksi sampah plastik. Salah satunya, membiasakan diri mengurangi penggunaan sampah plastik,” katanya, Rabu (16/10/2019).

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah saat diwawancarai wartawan di Padang, Rabu (16/10/2019) – Foto M Noli Hendra

Demi keberlangsungan lingkungan hidup yang menjadi tempat tinggal bersama, harus mulai dibiasakan mengurangi sampah. Seperti dengan menyediakan hidangan rapat tanpa menggunakan wadah plastik sekali pakai. Termasuk membawa botol minum untuk keperluan pribadi. Hal itu telah diatur Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang pada Surat Edaran Nomor: 660/20.92/DLH-PDG/2019, tentang Upaya Pengurangan Sampah Melalui Penyediaan Hidangan Rapat Tanpa Kemasan Plastik dan Wadah Minuman Ramah Lingkungan.

Melalui surat edaran tersebut, Wali Kota Padang mengimbau, seluruh pimpinan lembaga, instansi, SKPD, hotel dan usaha lain di Kota Padang agar tidak menyediakan hidangan rapat (snack, makanan dan minuman) yang menggunakan pembungkus atau kemasan plastik.  “Jadi karyawan agar membawa botol air minum sebagai pengganti air minum dalam kemasan plastik sekali pakai, dan membuat catatan pengurangan sampah setiap bulannya,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat, Siti Aisyah, mengatakan, untuk mengurangi sampah plastik perlu diawali dengan kesadaran masyarakat. Apabila penggunaan sampah plastik dapat dikurangi, maka akan berdampak kepada lingkungan. Sejauh imbauan yang dilakukan, gunakan tas tentengan untuk mempermudah membawa barang belanjaan, dan tidak lagi menggunakan kantong plastik.

“Kami berharap betul partisipasi masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, kantong plastik jika tidak dikelola dan dibiarkan saja, butuh waktu lama agar terurai. Bisa ratusan tahun lamanya, itu akan beresiko tinggi apabila berada di lingkungan baik daratan maupun laut,” jelasnya.

Perlu dilakukannya aksi pengurangan sampah plastik, seperti yang telah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat. Setiap rapat, tidak lagi menyediakan minuman kemasan plastik sekali buang. Namun, telah menggunakan gelas.

Pengurangan sampah plastik juga diterapkan diberbagai supermarket dan pasar tradisional. Di Kota Padang, ada beberapa supermarket yang sudah menerapkan kantor plastik berbayar, tujuannya untuk mengajak masyarakat tidak membuang kantong plastik sembarangan. Dan membangun image merasa rugi untuk membuang kantong plastik.  Masyarakat juga diajak hidup hemat saat berbalanja dengan tidak membeli kantor plastik. Tetapi memilih membawa kantong belanja dari rumah.

Lihat juga...