hut

Atlet Basket Jofinka: Membagi Waktu Kunci Meraih Kesuksesan

Jurnalis: M. Fahrizal, Redaktur: ME. Bijo Dirajo

SURABAYA — Meraih kesuksesan bukan hal yang tak mungkin bagi siapapun. Namun untuk mewujudkan sebuah impian, tentunya membutuhkan ketekunan tekad kuat dan kerja keras.

Hal tersebut yang dilakoni Jofinka P. Bandini, mahasiswi Universitas Surabaya (UBAYA) yang menceritakan kepada Cendana News perihal kesibukan yang dirinya alami setelah bergabung dengan tim basket Jawa Timur.

Dikatakan, dirinya sejak SMP sudah menyukai bidang olahraga basket, dan ketika masuk SMAN 3 Jakarta, dirinya fokus menekuni olahraga tersebut, hingga akhirnya kuliah di Universitas Surabaya.

Jofinka yang kuliah di Fakultas Hukum, semester satu ini mengatakan, dirinya mengikuti jejak mamanya yang juga mantan atlet basket. Menurutnya, olah raga satu ini mengajarkan team work, karakter buildingnya permainan tim, basket itu jangkauannya luas.

“Karena basket itu permainan tim, jadi tidak sekedar mencari opsi untuk menghasilkan atau mendapatkan kemenangan semata, namun membentuk kita para pemain untuk memahami sebuah kebersamaan. Di dalam basket banyak sekali manfaatnya. Itu yang saya rasakan,” ucapnya.

Jofinka pernah meraih medali perunggu pada Pekan Olahraga Mahasiswa tingkat Nasional bersama DKI. Latihan yang sudah terjadwal setiap hari terus dilakoninya dari jam lima sore sampai jam delapan malam, sedangkan jika di pagi hari tidak ada kelas kuliah, diisi dengan latihan juga.

Tidak hanya itu, Jofinka juga mengatakan bahwa walaupun dirinya atlet, namun untuk tugas kuliah tidak dibedakan dengan mahasiswa lainnya, dan disini dirinya harus pintar-pintar membagi waktu dalam menyelesaikan tugas-tugas yang didapat dari perkuliahan. Ketika ada waktu luang tugas-tugas tersebut dirinya kerjakan sehingga ketika masuk waktu latihan dirinya menjadi fokus.

“Waktu latihan kita fokus pada latihan, waktu belajar kita fokus pada pelajaran. Atlet mendapatkan dispensasi absen ketika bertanding. Namun ketika masuk ujian, baik latihan maupun ada pertandingan, saya tetap mengikuti ujian,” katanya.

Walau terbilang baru, namun Jofinka sudah mendapatkan banyak pengalaman yang menarik, mendapat pengalaman baru dengan kultur budaya yang berbeda dari yang dirinya dapatkan sewaktu di Jakarta, bersosialisasi dengan hal-hal baru. Di UBAYA memiliki banyak pemain professional, dan dirinya begitu bersemangat latihan agar supaya dapat berkembang seperti para seniornya.

Menutup pembicaraan, Jofinka berharap untuk basket di Indonesia semoga bisa semakin berkembang, makin banyak mengeluarkan bibit-bibit muda untuk lebih di ekspos dan lebih di dukung lagi.

Lihat juga...