hut

Bali Masuki Musim Peralihan Kemarau ke Hujan

DENPASAR – Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Iman Faturahman, mengatakan, saat ini Bali sedang memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

“Kalau dilihat secara klimatologis, Bali akan memasuki musim penghujan sebagian besar pada November dan Desember,” kata Iman Faturahman, ketika dikonfirmasi melalui telepon, di Denpasar, Senin (14/10/2019).

“Bali sendiri terbagi menjadi 15 zom (zona musim), masing-masing zom memasuki musim penghujan pada waktu yang beda-beda,” lanjutnya.

Selain itu, suhu udara yang panas beberapa waktu belakangan ini merupakan hasil peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

Menurutnya, suhu udara saat ini dinilai masih dalam rentang normal, yaitu 22-32 derajat.

“Beberapa faktor yang mempengaruhi suhu lebih panas adalah sudah mulai adanya pembentukan awan di musim peralihan, sehingga radiasi panas yang dirilis bumi terhalang awan,” jelasnya.

Faktor lainnya adalah posisi matahari, saat ini ada di selatan ekuator yang di Jawa, Bali, Nusra, sebagai intensitas panas juga akan lebih tinggi.

Untuk musim penghujan yang diperkirakan terjadi pada November, pihaknya mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk waspada, terutama yang berada di daerah-daerah langganan banjir dan longsor.

Iman menjelaskan, bila dilihat menurut sifat hujannya itu masih dalam rentang normal dan bawah normal.

“Artinya, intensitas hujan ke depan dibandingkan dengan rata-rata data klimatologisnya masih dalam rentang yang sama, dan ada peluang di bawah rentang normalnya,” katanya.

Pihaknya juga berharap kondisi ini nantinya tidak menimbulkan banjir dan potensi bencana lainnnya. “Sehingga kita tetap harus waspada, BMKG akan terus update data hariannya dan memberikan peringatan dini, jika ada cuaca ekstrem,” ucap Iman. (Ant)

Lihat juga...