hut

Balikpapan Mulai Terapkan Metode Pembelajaran Aktif 

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mulai mengembangkan metode pembelajaran aktif kepada para siswa sekolah dasar. Metode ini untuk mendorong siswa berpikir kritis, analitis dan kreatif, sebagai respons perkembangan zaman yang menuntut sumber daya manusia terampil, berpikir tingkat tinggi dan solutif. 

Kabid Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Mukiran, mengatakan, metode mengajar dengan komunikasi satu arah atau ceramah sudah tertinggal.

“Saat ini, guru harus mampu mengubah metode mengajar supaya siswa makin aktif,” katanya, Kamis (10/10/2019).

Dia menambahkan, pembelajaran dengan model ceramah hanya akan membuat siswa mengingat, memahami, dan mengaplikasikan pelajaran. Metode pembelajaran ini hanya berkutat, agar siswa memperoleh pengetahuan sebanyak-banyaknya. Sementara pada era teknologi dan informasi saat ini, sumber-sumber pengetahuan bukan hanya dari kelas.

Para siswa yang terbiasa dengan teknologi komunikasi, sering mengakses informasi dari internet. Baik dari Wikipedia, Google, Brainly, maupun aplikasi-aplikasi penyedia pengetahuan lainnya.

“Yang paling penting bagi siswa saat ini adalah kemampuan dalam memiliki keterampilan menganalisis, mengevaluasi dan berkreasi,” ucap Mukiran.

Untuk mencapai tujuan itu, Disdikbud Balikpapan mulai menggelar diseminasi pelatihan pembelajaran aktif program PINTAR atau pengembangan inovasi untuk kualitas pendidikan. Sasarannya adalah para guru sekolah dasar, calon guru maupun kepala sekolah.

Dalam melaksanakan program ini, Disdikbud menggandeng Kementerian Agama Balikpapan dan Tanoto Foundation.

Pada tahap awal, sebanyak 24 sekolah menjadi sasaran program. Kemudian berlanjut menjadi 39 sekolah yang menjangkau 181 pendidik.

“Selama pelatihan, para peserta dilatih membuat pertanyaan yang memicu siswa lebih analitis, kritis, dan kreatif,” kata Kepala Seksi Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan SD Disdikbud, Triyuni Astuti.

Para guru dilatih mengelola kelas yang mengarahkan siswa lebih aktif, mampu bekerja sama dalam tim, dan percaya diri.  Selain itu, guru langsung menerapkan hasil pelatihan dengan praktik mengajar.

“Kami berharap, ketua KKG (Kelompok Kerja Guru) melatih anggotanya, sehingga metode pembelajaran aktif makin dikenal,” jelasnya.

Pelatihan terhadap guru menjadi salah satu agenda utama, agar mereka mampu membuat lembar kerja siswa yang mendorong siswa pada akhirnya melahirkan suatu karya. Selain itu, juga mendorong minat siswa membaca buku.

Lihat juga...