hut

Bantaran Sungai Perkotaan di Banyuwangi Disulap Menjadi Tempat Wisata

Editor: Mahadeva

BANYUWANGI – Banyuwangi makin mengukuhkan diri sebagai wilayah yang gencar menggali potensi wisata. Hal itu dilakukan dengan berbagai kreativitas masyarakat, untuk menciptakan bermacam-macam destinasi wisata baru.

Seperti yang dilakukan di Sungai Kalilo, yang berada di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi Kota. Sungai Kalilo kondisinya kebersihannya terjaga, sehingga sedap dipandang dan dapat dijadikan alternatif destinasi wisata. Padahal bantara sungai di tengah perkotaan, biasanya identik dengan kekumuhan dan tumpukan sampah. Pesonanya semakin eksotik, karena plengsengan dan bangunan yang berdiri disepanjang bantaran sungai dicat dengan beraneka ragam warna.

Sungai yang dulunya kotor dan kumuh tersebut, saat ini sudah bermetamorfosis menjadi salah satu destinasi wisata di tengah kota Banyuwangi. Banyak pengunjung datang, untuk menikmati keindahan Sungai kalilo dengan kampung warna-warninya, khususnya di waktu senja.

Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo saat diwawancarai wartawan terkait inovasi bantaran sungai di perkotaan Banyuwangi, Kamis (31/10/2019). Foto: Kusbandono.

Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo, mengatakan, perubahan wajah Sungai Kalilo terjadi sejak 2016 lalu. “Kita bertekad untuk merubah wajah sungai di perkotaan, yang biasanya kotor dan kumuh menjadi bersih dan enak dipandang. Untuk itu, Dinas Pengairan bersama elemen masyarakat terus berinovasi, agar Sungai ini terjaga kebersihannya,” katanya, Kamis (31/10/2019).

Program yang dijalankan, selaras dengan visi-misi Bupati Abdullah Azwar Anas, yang ingin menjadikan Bumi Blambangan sebagai salah satu wisata unggulan di Indonesia. Salah satu faktor pendukung pariwisata sebuah daerah adalah, sungai yang terjaga kelestarian dan kebersihannya. “Sungai harus menjadi wajah Banyuwangi yang mencerminkan budaya masyarakatnya. Kebersihan sungai ini sebagai upaya mendorong daya saing pariwisata. Di banyak negara maju seperti Korea dan Prancis sungai menjadi bagian penting kota yang sangat dijaga kebersihannya dan menjadi simbol kemajuan budaya penduduknya,” ujar Guntur.

Hal yang lebih penting ialah, membangun kesadaran masyarakat agar tidak mencemari sungai, dengan tidak membuang sampah sembarangan. Salah satunya dengan menjadikan sungai sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat. “Ini kan jadi destinasi wisata. Ketika Sungai Kalilo menjadi objek wisata, dan memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar, maka dengan sendirinya masyarakat tidak akan membuang sampah di sungai,” imbuhnya.

Dinas PU Pengairan Banyuwangi terus berkomitmen untuk menciptakan inovasi-inovasi agar kelestarian sungai terjaga dan memberikan manfaat kepada masyarakat. “Tentu untuk mewujudkan ini harus melibatkan dan didukung oleh masyarakat. Untuk itu, selain kita membuat program, kita juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Lihat juga...