hut

Baru 40 Persen Karhutla di Gunung Ijen yang Berhasil Dipadamkan

Editor: Mahadeva

BANYUWANGI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mencatat, baru sekira 40 persen titik api di sekitar Gunung Ijen yang sudah berhasil dipadamkan. Tim manggala agni, masih terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Gunung Ranti, Gunung Ijen dan Gunung Merapi Ungup-Ungup.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram, mengatakan, upaya pemadaman terus dilakukan baik melalui jalur darat maupun udara dengan water bombing. “Baru 35 sampai 40 persen yang berhasil dipadamkan. Ini terus kita lakukan pemadaman titik api sampai batas waktu tanggap darurat povinsi, di 5 November,” kata Eka, saat dihubungi via telepon seluler oleh Cendana News, Rabu (30/10/2019).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram  Foto: Kusbandono.

Menurut Eka, saat ini kobaran api sebenarnya sudah tidak ada. Hanya saja, masih tersisa bara api yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi api yang besar dan berpotensi kembali menghanguskan hutan dan lahan di tiga Gunung yang ada di sekitar Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. “Titik kobaran api tidak muncul, tapi sumber api yang masih ada. Itu (hutan yang terbakar) adalah pohon pinus yang mengandung getah, sehingga bara api tahan lebih lama,” ungkapnya.

Jika tidak segera ditanggulangi, dikhawatirkan sewaktu-waktu kobaran api akan kembali membesar. Dan api bisa mendekat ke perkebunan rakyat. “kebakaran sudah di perbatasan Kalipuro dengan Merapi Ungup-Ungup, yang berdekatan dengan perkebunan Kaliselogiri, perkebunan Kaliklatak, dan perkebunan Pasewaran,” jelasnya.

Untuk pemadaman dengan water bombing pada Rabu (30/10/2019) hanya bisa dilakukan enam kali. Awan di sekitar titik api cukup tebal, sehingga menghalangi pandangan dari udara. “Produk awan mulai banyak. Penerbangan di bawah awan jelas sangat berbahaya. Sedangkan dari atas awan, titik apinya tidak terlihat,” tambahnya.

Lihat juga...