Bersihkan Sampah, Cara Peringati Hari Sumpah Pemuda Siswa SMP di Bakauheni

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Membersihkan lingkungan sekolah dan lingkungan jalan nasional, menjadi cara siswa SMP Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 2019.

Indrayani, pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Bakauheni, mengatakan, membersihkan lingkungan menjadi kesepakatan bersama dari para guru dan siswa.

Sebelumnya, para siswa telah melakukan pembersihan lingkungan sekolah pada Jumat (25/10). Kepedulian sekitar 100 siswa sekolah swasta di Bakauheni tersebut dilakukan menyasar sejumlah lokasi di titik giant letter bertuliskan BAKAUHENI.

Menurut Indrayani, para siswa dan guru ikut prihatin dengan menumpuknya sampah di sejumlah titik. Padahal, kawasan Bakauheni merupakan pintu gerbang pulau Sumatra. Sampah yang didominasi plastik sengaja dibuang oleh masyarakat yang tidak peduli akan kebersihan lingkungan.

Indrayani (kaos hijau), pembina OSIS SMP Swasta Bakauheni Lampung Selatan, memimpin kegiatan bersih lingkungan bersama pemerintah desa Bakauheni ,Sabtu (26/10/2019). -Foto: Henk Widi

Di titik giant letter BAKAUHENI yang menjadi ikon untuk swafoto, bahkan dipenuhi sampah pada bagian selokan.

“Sebagai bagian dari pemuda dan pemudi milenial, semangat Sumpah Pemuda kami wujudkan melalui kepedulian dalam kebersihan lingkungan. Rasa nasionalisme sebagai bangsa bisa diwujudkan melalui langkah kecil membersihkan sampah,” ungkap Indrayani, yang memimpin langsung kegiatan pembersihan sampah di Jalinsum KM 1 Bakauheni, pada Sabtu (26/10/2019).

Kepedulian siswa pada kebersihan sebagai generasi muda milenial, menurutnya tidak lepas dari semangat nasionalisme. Berbekal karung, serok sampah, sapu, gerobak sampah, kegiatan pembersihan lingkungan juga melibatkan pemerintah desa Bakauheni.

Indrayani menyebut, kegiatan tersebut akan rutin dilakukan, tidak hanya pada momen Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.

Melalui pembersihan lingkungan, Indrayani mengajak siswa untuk memiliki rasa kepedulian pada lingkungan. Sebab, persoalan sampah di Bakauheni masih menjadi pekerjaan rumah bagi sejumlah pihak.

Sebagai bagian dari masyarakat di Bakauheni, lembaga pendidikan SMP Bakauheni ikut andil dalam upaya mengurangi volume sampah di wilayah tersebut.

Sampah didominasi plastik, umumnya dibuang pada lahan kosong yang merusak estetika dan menimbulkan aroma tidak sedap.

“Komitmen kecil siswa SMP Bakauheni mendorong upaya kebersihan lingkungan di sekolah dan desa,” tegas Indrayani.

Siswa yang dilibatkan dalam rangkaian Sumpah Pemuda dengan membersihkan sampah, menurut Indrayani, berasal dari kelas VII, VIII dan IX. Selain melakukan gerakan pembersihan lingkungan, komitmen siswa dalam pengurangan sampah plastik juga digencarkan pihak sekolah. Cara yang ditempuh di antaranya dengan menganjurkan siswa membawa botol tumbler untuk minuman, agar sampah botol plastik bisa dikurangi.

Kolaborasi antara siswa SMP Bakauheni dan aparat desa diapresiasi Sahroni, kepala Desa Bakauheni. Pihak sekolah diakuinya sudah memberi informasi akan adanya kegiatan pembersihan lingkungan di lokasi jalan nasional.

Upaya pembersihan sampah, menurutnya sudah dilakukan pada titik pembuangan sampah liar di Kenyayan, Muara Piluk, Muara Bakau, Way Baka. Pemerintah Desa Bakauheni bahkan telah mengeluarkan peraturan desa (Perdes), yang memberi sanksi tegas denda Rp350.000 bagi warga pembuang sampah.

Namun kesadaran masyarakat yang kurang membuat, sejumlah titik digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah.

“Sejak awal Agustus, aparat desa dan masyarakat gencar melakukan pembersihan, sebagian dengan cara membakar agar tidak ada sampah menumpuk,” papar Sahroni.

Sahroni, Kepala Desa Bakauheni, Lampung Selatan, saat ditemui dalam kegiatan bersih sampah di Tugu Giant Letter ‘Bakauheni’, Sabtu (26/10/2019). -Foto: Henk Widi

Menurutnya, pembersihan sampah saat kemarau harus gencar dilakukan, terutama pada sejumlah titik. Sebab, kawasan Bakauheni seperti Kenyayan, Muara Bakau dan Muara Piluk, kerap terjadi banjir saat musim penghujan.

Sampah didominasi plastik menjadi biang penyumbatan sejumlah saluran air dan menimbulkan banjir. Sebelum musim penghujan tiba, pembersihan gencar dilakukan agar air bisa mengalir lancar saat musim penghujan.

Sahroni menyebut, pembersihan sampah oleh siswa SMP Bakauheni menjadi contoh bagi masyarakat. Sebab, sebagian masyarakat yang belum memiliki kesadaran tinggi masih membuang sampah di selokan dan tepi jalan. Pemasangan sejumlah papan imbauan di beberapa titik, bahkan kurang diindahkan.

Melalui kepedulian siswa SMP Bakauheni, ia berharap bisa menggugah kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan sebelum musim penghujan.

Lihat juga...