hut

BMKG Ingatkan Sumsel-Kalsel Masih Harus Waspada Karhutla

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi intensitas curah hujan di Sumatra Selatan, Jambi dan Kalimantan Selatan hingga pertengahan Oktober masih rendah, sehingga masih perlu waspada kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Indra Gustari, mengatakan intensitas curah hujan di tiga provinsi tersebut diprediksi masih akan berada di bawah 50 milimeter (mm) per 10 hari.

Indra mengatakan, setidaknya dibutuhkan intensitas hujan 50 mm ke atas per hari untuk dapat membasahi hutan dan lahan gambut, sehingga tidak mudah terbakar.

Prediksi BMKG, kata Indra, hujan merata dengan intensitas 50 mm ke atas akan terjadi di provinsi-provinsi yang memiliki wilayah hutan dan lahan gambut rawan terbakar akan terjadi setelah pertengahan bulan Oktober.

“Prediksi hujan seminggu ke depan dengan intensitas sedang sampai lebat terjadi di barat Sumatra, mulai dari Aceh dan Sumatra Utara, serta bagian utara Indonesia yakni Kalimantan dan Papua,” ujar dia, usai berbicara di Forum Medan Merdeka Barat (FMB) 9 Kominfo di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu, (2/10/2019).

Kasubdit Kemitraan dan Masyarakat Peduli Api Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Puwantio, mengatakan jajaran Manggala Agni dari seluruh Daerah Operasi terus melakukan operasi pemadaman di daerah yang terjadi kebakaran, bersama Satuan Tugas yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, pemegang izin usaha, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan pemerintah daerah.

“Patroli rutin juga dilakukan di wilayah kerja Manggala Agni yang tidak terjadi kebakaran. Jika kebakaran sudah semakin meluas, maka pemadaman akan dilakukan oleh BNPB, TNI dan Polri, dengan cara pengeboman air dengan menggunakan helikopter,” ujar dia.

Kondisi titik api pada periode Januari-Oktober 2019 mencapai 7.354, hingga saat ini masih dipantau sebarannya. Tren karhutla pada September 2019 menurun dibanding periode sama di 2018, namun secara keseluruhan luas karhutla tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Selanjutnya, ia memaparkan untuk menanggulangi musim kemarau yang masih panjang, pihaknya sudah menyiapkan tim Manggala Agni di Sumatra (915 orang), Kalimantan (780). Selain itu ditambah Brigadalkarhut KSDA, Bridalkarhut KPH, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Satgas Gabungan TNI-Polri.

“Untuk dukungan pemadaman karhutla 2019 ini kita dibantu 42 pesawat helikopter dan empat pesawat jenis Hercules dan CASA,” ujar dia. (Ant)

Lihat juga...