hut

BPPT: Indonesia Harus Menguasai Cloud, IoT dan Kecerdasan Buatan

Ilustrasi. [Px]

JAKARTA — Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan Indonesia harus menguasai internet of things (IoT), komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong produktivitas sektor industri dan meningkatkan daya saing bangsa.

“Kecanggihan IoT, cloud dan AI, harus kita kuasai dan kita gunakan untuk meningkatkan produktivitas industri nasional. Jadi mesin, komputer, robot, internet, bukan menggantikan peran manusia tapi kita gunakan sebagai alat untuk mengakselerasi produktivitas industri manufaktur di tanah air,” kata Hammam dalam keterangan tertulis yang diterima, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Menurut Hammam, teknologi internet of things (IoT), cloud computing dan kecerdasan buatan (AI) harus dioptimalkan di sektor industri Tanah Air terutama di bidang manufaktur dan pelayanan publik.

Era IoT, cloud, dan AI dapat membantu pemerintah memberi kemudahan masyarakat dalam mendapatkan akses pelayanan.

“Tentu dengan pelayanan masyarakat berbasis digital, akan lebih cepat dan mudah. Layanan seperti izin, catatan kependudukan, layanan kesehatan, dan lainnya, prosesnya akan lebih cepat,” ujar Hammam.

Saat menjadi Ketua Sidang dalam Science and Technology in Society (STS) Forum 2019 pada sesi IoT, Kyoto, Jepang, Rabu (9/10), Hammam mengatakan penerapan IoT di masyarakat harus disertai dengan regulasi keamanan data yang dinamis, kode etik perlindungan data, privasi dan keamanan data.

Science and Technology in Society Forum 2019 adalah pertemuan global yang dilaksanakan sejak 2004 yang merupakan wadah diskusi terbuka dalam format informal untuk membangun jejaring yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang timbul akibat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Forum ini juga diharapkan membuka peluang untuk meningkatkan pemanfaatan dan mengurangi hambatan dalam penerapan iptek dalam upaya menyelesaikan masalah kemanusiaan global. [Ant]

Lihat juga...